Destiny (Chapter 1)

Apgujeong, 3 Februari 2007
10.13 PM

Ia menatap bangunan mewah di ujung pertokoan malam itu, menahan semua isak tangis serta amarah yang menekan hatinya. Untuk ketiga kalinya ia melarikan diri dari apartemen mewah milik ibunya, dan sekarang ia tak ingin orang suruhan ibunya menemukannya dan membawanya pulang lagi, ia sudah muak dengan segala kehidupannya.

Ini hari ulang tahunnya, seharusnya ia bisa merayakannya dengan bahagia bersama ibunya, menyanyikan lagu selamat ulang tahun, meniup lilin yang berbentuk angka 20, memotong dan memakan kue tart bersama ibunya. Ini sudah tahun kelima ia merayakan ulang tahun sendiri, sejak meninggalnya ayah Kyuhyun karena kecelakaan pesawat, Kyuhyun sudah tidak pernah lagi merasakan bagaimana hangatnya usapan lembut sang ibu dan kecupan selamat malam.

Kyuhyun memutuskan untuk pergi, memulai kehidupan barunya sendiri. Apalah arti seorang ibu untuknya sekarang? Percuma ia dilahirkan ke dunia jika kasih sayang seorang ibu untuknya hanya untuk sesaat. Kemana hati malaikat seorang ibu yang begitu ia cintai ? Kemana ibunya pergi saat ia membutuhkan belaian hangat dan perhatian utuh? Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan lunglai, bahkan ibunya tidak meneleponnya untuk mengetahui dimana ia sekarang. Ibunya telah berubah, ia sudah memiliki kehidupan artisnya untuk bersenang-senang tanpa mempedulikan bahwa ia masih memiliki anak yang harus ia rawat.

“Aku tidak akan menangis” Kyuhyun bergumam sendiri, sambil mengusap air matanya yang perlahan meluncur membasahi kedua pipi chubbynya.

“Kyuhyun” Kyuhyun menghentikan langkahnya ketika melihat sosok yang berdiri di hadapannya dengan sekantong plastik putih yang digenggamnya.

“Kenapa malam-malam begini kau—” pria dengan mantel biru mudanya menghentikan ucapannya ketika melihat wajah Kyuhyun yang berantakan dengan airmata.

“Kau kenapa?”

“Donghae hyung” Kyuhyun menubruk tubuh Donghae di depannya membuat Donghae membelalakkan kedua matanya lebar karena terkejut dengan tingkah adik tingkatnya itu.

“Hey, kau ini kenapa? Kau mau kemana dengan ransel sebesar itu? Kau kabur dari rumah lagi, Kyuhyun?” Donghae berbisik, tepat saat melontarkan pertanyaan itu tangis Kyuhyun kian menjadi.

Donghae menghentikan ucapannya, ia harus menahan rasa ingin tahunya sampai Kyuhyun mau menceritakan semua kepadanya.

“Ikut aku pulang, bagaimana? Kau bisa bercerita padaku seperti biasanya” Donghae melepas pelukannya lalu tersenyum hangat pada Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk lalu membalas tautan tangan Donghae pada tangan kirinya.

“Jangan menangis lagi, aku tidak suka melihat Cho Kyuhyun yang sangar harus menangis seperti tadi”

***

“Maaf Kyuhyun, rumahku berantakan, tadi pagi aku dan hyungku belum sempat merapikannya” Kyuhyun yang masih diam hanya tersenyum tipis menanggapi permintaan maaf sang senior di kampusnya.

“Ayo duduk jangan berdiri saja! Ah maaf Kyuhyun aku lupa kau tak biasa duduk tanpa alas, tapi di sini tak ada sofa empuk seperti di apartemenmu..ah bagaimana ini?” Donghae merasa kikuk ia benar-benar lupa bahwa Kyuhyun memang terbiasa hidup mewah. Ah bukannya anak dari seorang artis besar wajar jika hidupnya memang mewah?

Kyuhyun tersenyum kecil melihat Donghae yang salah tingkah, padahal ia sama sekali tak mempermasalahkan hal sekecil itu.

“Hyung sudahlah jangan berlebihan seperti itu, kau sudah membawaku ke sini saja aku sudah bersyukur” jawab Kyuhyun sambil meletakkan tas ranselnya di lantai.

“Kyuhyun aku sungguh minta maaf padamu, oh ya kau tunggu di sini aku akan membuatkanmu teh hangat”

Kyuhyun mengangguk lalu membiarkan Donghae membuatkannya teh hangat. Ia kembali mendesah, pikirannya mulai kembali berkelana.

“Kau melamun” Kyuhyun mengerjapkan kedua matanya ketika bahunya ditepuk sang pemilik rumah.

“Jangan menangis lagi” Donghae menghapus buliran air mata Kyuhyun, tanpa Kyuhyun sadari air mata itu kembali menetes.

“Minum tehmu dulu, setelah itu kau tidurlah di kamarku” Donghae mengangsurkan secangkir teh hangat pada Kyuhyun.

“Lalu hyung tidur di mana? Aku tak apa jika harus tidur di sini” jawab Kyuhyun setelah meminum tehnya.

“Aku tidur di kamar Jung Soo hyung. Malam ini ia dan Jong Woon hyung tidak pulang, ada proyek besar untuk perusahaan yang harus diselesaikannya selama dua minggu di Busan”

“Donghae hyung, gomawo” Donghae menatap junior yang memang sudah dekat dengannya sejak di sekolah menengah, ia tak bisa berhenti memperhatikan Kyuhyun setelah tau kejadian lima tahun lalu yang membuat Kyuhyun harus menanggung beban sedihnya sendiri. Anak seusianya harusnya bisa menikmati masa remaja dengan baik dan tumbuh menjadi pemuda yang bersahaja, tapi Kyuhyun harus merelakan masa remajanya untuk bekerja keras bersama ibunya demi memenuhi kebutuhan keluarga dan sekolahnya. Ayah Kyuhyun memang pengusaha coklat di negara Swiss, dan ibunya seorang aktris dan penyanyi ternama di Korea. hidup Kyuhyun sempurna, memiliki keluarga yag sangat berkecukupan, anak tunggal dan semua kebutuhannya terpenuhi. Berbeda dengan Donghae yang harus mengandalkan beasiswa sekolah hingga kasuk universitas, kedua kakaknya memang sudah sukses saat ini, tapi ia tau bahwa kehidupan itu seperti roda yang terus berputar dimana jari-jari itu bisa berada di atas dan kapan saja berada di bawah. Sejak ayah Kyuhyun meninggal, perusahaan ayahnya di Swiss semakin goyang, kehilangan direktur, korupsi bahkan dua tahun lalu perusahaan itu gulung tikar akibat buruknya manajemen dan tingkat korupsi yang tinggi. Saat itulah Kyuhyun dan ibunya banting tulang untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Pertengahan tahun 2004, Ketika Kyuhyun sudah berusia tujuh belas tahun, kehidupan keluarganya berada dalam keadaan stabil, ibunya kembali eksis di ranah hiburan, bahkan hampir setiap hari ia memiliki jadwal show di berbagai tempat hingga di luar kota dan sejak saat itu, tugasnya sebagai seorang ibu dilalaikannya, Kyuhyun hanya tinggal dengan seorang supir dan pembantu rumah tangga.

“Donghae hyung, sekarang kau yang melamun” Kyuhyun menatap Donghae yang menatap Kyuhyun kosong.

“Ah maaf Kyuhyun aku hanya memikirkan sesuatu” Donghae tersenyum kikuk ia segera beranjak dan membantu Kyuhyun untuk membawakan ransel Kyuhyun.

“Ayo aku antar ke kamar”

“Hyung! Aku bisa membawanya sendiri! Jangan seperti ini aku bukan tamu terhormat yang harus kau layani” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya membuat Donghae tertawa gemas melihat Kyuhyun.

“Oke oke anak manja! Lekas tidur ini sudah malam dan besok kau harus kuliah”

Kyuhyun menghentikan langkahnya ketika sampai di depan pintu kamar Donghae.

“Donghae hyung, apa aku boleh meminta sesuatu padamu untuk malam ini saja?” Kyuhyun menundukkan kepalanya berharap Donghae akan mau mengabulkan permintaan bodohnya.

“Apa itu? Kalau kau tidak meminta PSP baru sih aku bisa mengabulkannya” Donghae tertawa disusul gelak tawa Kyuhyun. Donghae tersenyum melihat Kyuhyun bisa tertawa seperti tadi.

“Lalu apa yag kau minta?”

Kyuhyun terdiam sejenak lalu menggamit tangan Donghae “hyung, temani aku tidur hanya untuk malam ini saja”

Donghae ingin sekali tertawa tapi ia berusaha menahannya karena dalam situasi seperti ini ia tak mungkin bisa menolak Kyuhyun.

“Okay! Kau masuk lebih dulu, aku akan mengunci pintu” Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum, hatinya menghangat ketika bersama Donghae. Ah inikah rasanya jika memiliki saudara yang tinggal serumah?

Setelah siap dengan piyama dan selimut tebalnya, Kyuhyun merebahkan tubuhnya di pembaringan nyamannya, ia sempat mengalihkan pikiran yang membuatnya penat dengan mendengarkan lagu-lagu jazz kesukaannya sebelum Donghae datang untuk menemaninya malam ini.

“Kau seperti Jung Soo hyung, menyukai lagu jazz..setiap malam ia akan mendengarkan lagu itu, aku yakin kau akan jadi adik kesayangannya jika bertemu dengannya nanti”

“Wah! Aku akan menjadi sainganmu, Donghae hyung!” Kyuhyun tertawa melihat mimik Donghae yang berubah menjadi cemburu.

“Donghae hyung, apa hyung bahagia walaupun hanya tinggal bertiga?” Kyuhyun bertanya hati-hati

“Sangat! Walaupun ayah dan ibuku sudah tenang di alam sana, tapi tinggal dengan hyung itu menyenangkan, aku bersyukur masih memiliki mereka” Donghae tersenyum tanpa menyadari perubahan raut wajah Kyuhyun yang menjadi sendu.

“Kyuhyun-ah, aku tidak tau jelas apa masalah yang sedang kau hadapi sekarang hingga kau melarikan diri seperti ini, tapi ibumu akan mencemaskanmu” Donghae menatap Kyuhyun lekat, menyadari bahwa Kyuhyun terlihat agak kurus.

“Tidak akan ada yang mencemaskanku, hyung. Ibu hanya mementingkan uang dan kesenangannya..hyung tak usah khawatir aku akan segera mencari penginapan baru setelah aku dapat kerja”Kyuhyun berkata lirih, ia menahan semua rasa sedihnya.

Donghae terkejut mendengarnya bukan maksudnya seperti itu”Kau boleh tinggal di sini sampai kapanpun kau mau, ingat Kyuhyun kau sudah aku anggap seperti adikku, aku hanya mencemaskanmu”

Kyuhyun memejamkan kedua matanya erat berusaha menahan air mata yang akan turun dengan deras, inilah puncaknya saat hati dan pikirannya sudah lelah dan tak sanggup menampung beban hati yang ia pikul selama beberapa tahun ini.

Donghae mengusap kepala Kyuhyun membelai dengan penuh kehangatan, ia tahu Kyuhyun seperti apa, tumbuh di lingkungan keluarga seperti itu memang bukan keinginan Kyuhyun.

“Tuhan mempertemukan kita, itu berarti aku harus menjagamu dan menyayangimu. Luapkanlah sesakmu yang kau pendam selama ini, Kyuhyun. Kau punya aku yang selalu ada untukmu” Donghae memeluk Kyuhyun yang kembali menangis, tubuhnya bergetar mengeluarkan segala kesakitan yang telah meradang.

Selang beberapa menit, Kyuhyun melepas dekapan hangat yang diberikan Donghae, lalu menatap piyama hijau Donghae yang sudah basah karena air matanya. Donghae menghapus jejak airmata itu perlahan, diusapnya kedua pipi yang telah memerah akibat menangis.

“Sudah puas hm? Tidurlah, Kyuhyun..besok setelah bangun kau akan merasa lebih baik”

Kyuhyun mengangguk “Gomawoyo, Donghae hyung..maaf aku belum sanggup menceritakan apapun padamu”

“Tak apa, yang terpenting sekarang kau sudah meluapkan semuanya malam ini..semua akan baik-baik saja, kau Cho Kyuhyun yang hebat dan tangguh!” Donghae mengacak rambut Kyuhyun pelan membuat Kyuhyun kembali tersenyum simpul dibuatnya.

“Good night Donghae hyung”

“Good night, Kyuhyunnie”

***
Singapur, 4 Februari 2007
07.00 AM

“Halo? Ada apa pelayan Kim hingga kau meneleponku sepagi ini? Hah?! Apa kau bilang? Anak itu menghilang lagi? Bagaimana bisa pelayan Kim?! Kau benar-benar tak bisa mengurus anak itu!” Suara teriakan wanita berparas cantik dengan rambut berwarna senada caramel memecah keheningan pagi di Singapur. Dibantingnya botol red wine yang berada digenggamannya. Ia benar-benar murka. Pasalnya Kyuhyun sudah ketiga kalinya melarikan diri dari rumah dan entah mengapa kali ini ia merasa bahwa Kyuhyun tak pernah main-main dengan apa yang dilakukannya.

“Cari anak itu sampai dapat! Aku tak terima jika kalia tak menemukannya secepatnya” dan wanita itu membanting ponselnya hingga hancur lebur.

“Jangan menyalahkan Kyuhyun seperti itu, kau sendiri yang menelantarkannya, maka tak heran jika anak itu bersikeras meninggalkanmu. Cepat cari anak itu!” suara bass yang dimiliki manajer pribadinya menusuk relung hatinya.

“Jangan ikut campur manajer Jung, ini urusan keluargaku”

“Ah bagaimana kau bisa berkata seperti itu hm? Dulu kau menyayanginya hingga suamimu itu mempercayaimu bahwa Kyuhyun memang benar anak kalian, dan setelah suamimu mati kau menelantarkan Kyuhyun hingga anak itu pergi.. kau memang tak pernah mengerti bagaimana perasaan ayah kandung Kyuhyun selama ini..wanita egois” tutur sang manajer.

“Dan kau melupakan hari ulang tahunnya, kemarin. Kau benar-benar keterlaluan”

“Diam! Aku tak membutuhkan ceramahmu! Keluar dari ruanganku sekarang!”

“Baiklah, dan satu hal yang harus kau ingat jika Kyuhyun terluka kau akan menyesal seumur hidupmu”

“Arrrgghhh! persetan dengan penyesalan! Cho Kyuhyun, kalau sampai kau kutemukan akan kuberi pelajaran!”

***

Apgujeong, 7 April 2012.
06.00 AM

“Ibuuuuu!” Kyuhyun tersentak, matanya terbuka secara paksa, deru nafasnya memburu, keringat dingin sudah membasahi piyamanya.

“Kyuhyun? Ada apa?!”

Donghae yang mendengar teriakan Kyuhyun dari dapur segera berlari menghampiri adiknya itu.

“Kau mimpi buruk lagi?” Kyuhyun mengangguk masih berusaha menenangkan hati dan pikirannya.

“Rileks…itu hanya mimpi, Kyuhyun..kau di sini sedang bersamaku, Jung Soo hyung dan Jong Woon hyung” Donghae berusaha menyadarkan Kyuhyun sepenuhnya, ia tau bahwa pemuda yang sudah berusia dua puluh lima tahun itu tak akan pernah bisa melupakan memori masa lalunya. Sejak melarikan diri malam itu, Kyuhyun sudah tak pernah lagi bertemu ibunya bahkan orang suruhan ibunyapun tak dapat melacak keberadaan Kyuhyun. Kyuhyun melanjutkan sekolah di Australia setelah kejadian malam itu, ia mendapatkan beasiswa berkat bantuan Jong Woon da selama tiga tahun Kyuhyun menetap di Australia bersama Jong Woon yang juga tengah bertugas di sana untuk keperluan proyek barunya.

Jong Woon yang mengamati kedua adiknya itu tersenyum miris, keadaan Kyuhyun saat ini memang jauh lebih baik setelah mereka menetap di Australia.

“Donghae bisa menenangkannya, kau tak usah cemas” tepukan halus Jung Soo mendarat di bahu Jong Woon, pria berusia dua puluh delapan tahun itu menganggukkan kepalanya pasti.

“Sejak dia kembali ke Korea, dia sering bermimpi buruk, di Australia dia bahkan sangat menikmati harinya, hyung..apa lebih baik aku membawanya kembali ke Australia?”

“Tidak usah, Jong Woon.. Kyuhyun masih memiliki ibu kandungnya di Korea. Kita sudah membantunya hingga sejauh ini, ada beberapa hal yang tak harus kita campuri..suatu saat kehidupan Kyuhyun akan kembali seperti dulu” Jung Soo tersenyum.

“Aku sangat menyayanginya,hyung..aku akan membantunya menemukan ibunya kembali”

“Tidaaaak!! Jangan lakukan itu hyung! Aku sudah tidak punya ibu!” Pekikan Kyuhyun membuat ketiga kakak beradik itu terperanjat.

TBC

– umur disesuaikan dengan umur Korea yah bukan umur international.

–ff baruuu..ff apa ini? Uugh ceritanya kaya sinetron yah ? Pasaran sih kayanya.. -,- pas awalnya sih ngga gini ceritanya, tapi kok di tengah cerita ide bermunculan dan maunya ngetik terus makanya jadi panjang dan menghasilkan konflik LOL..ah maaf yah kalo ceritanya pasaran, terus mungkin ada yang bingung sama setting waktunya? Jelas kok sudah tercantum di awal cerita..oke ini alurnya akan dibuat alur campuran, semoga ngga bikin pusing yah…saya hanya ingin kembali menyiksa Kyuhyun :p semoga menikmati ceritanya :)

About these ads

21 thoughts on “Destiny (Chapter 1)

  1. Wowww ff baru
    seruuuuuuuu and kereeeeen banget…
    Ga pa-pa kaya sinetron juga, kalo kaya sinetron berarti bakalan panjang hihi itu yg ditunggu…..
    Ditunggu lanjutannya….

  2. Akhirnya ada ff baru.. Cinta deh sama si author, muach2 hehhe..
    Paling suka sama model ff beginian.
    Btw Bang Kuda gak ikut ramein ya?
    Tp gpp,,Lanjutt,,,,^^ uda kangen berat niy sama kyukyu..

  3. Whaaaa cerita baruuuuu,,, ga bingung kok asal ada tulisan setting waktunya hehe

    Kyu anak siapa ya? Apa anak manajer jung itu??

  4. annyonghaseyo! saya reader baru disini
    suka sama ceritanya..
    update asap ya
    emm.. musti panggil author ap ni? author?eonni?
    sekali lagi salam kenal :-)

  5. yeaaay Unnie blik again, epepnya jg , apakah ini hasil dr mengalau dan berstres2 ria unn *ketawa nista*

    kali ini bs nya diselipin yeye ya??? jd teukyehaekyu #lol

    hobby Unni nyiksa kyu aku dukung dah, wis pokok nya maju pantang mundur, aku slalu dibelakang :p , tp kalo ada apa2 yg tanggung jwb 180% Unnie #plak

    • hello nice to know you too :)
      kayanya aku ngga asing deh sama nicknya, author di FFn kah? LTD ? hehehe.. aku baru baca LTD beberapa hr lalu.. nice story, anin :)

  6. Waaa ini angst kan? aku suka aku suka!!! /kedip.kedip/ Ibunya Kyuhyun ini sosok seperti apa sih sebenarnya? Dan gimana kehidupan Kyuhyun? menyiksa Kyuhyun? dengan penyakitkah? lol im really interesting w/ this fic hihi cant wait for next chapter^^b

  7. emg pasaran unn,berasa kyak nnton sinetron :p
    kekeke
    *ditabok
    waah..itu eomma’a kyu jahat amat sma anak sndiri,eomma macam apa itu ?
    ckck
    lain kali jan nyiksa kyu mulu dong unn,siapa gitu ? yg pnting jan kyu mulu u,u

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s