Destiny (Chapter 4)

image

Tidak ada sutera begitu lembut seperti belaian seorang ibu.
Tidak ada tempat yang paling nyaman selain pangkuan seorang ibu.
Tak ada bunga yang lebih cantik selain senyum seorang ibu.
Tak ada jalan yang begitu berbunga-bunga seperti yang dicetak dengan langkah kaki seorang ibu.
Ibu, kau adalah alasan aku ada.

Pertengahan Musim Gugur, 2003

“Bulan depan, aku akan tampil di final kontes menyanyi Universitas Kyunghee, mom. Aku bisa mendapatkan beasiswa full sampai aku sarjana jika aku menang di final kontes kali ini” tutur Kyuhyun dengan raut wajah yang ceria.

“Kau lebih pantas di Inha University, Kyuhyun..bukan Kyunghee” jawab sang ibu sambil menata bunga di hadapannya.

“Tapi ini beasiswa, mom.. kau tak perlu banting tulang seperti sekarang hanya karena kuliahku..lagipula aku ingin masuk Kyunghee karena Donghae hyung bilang, jurusan designnya dan art bagus..aku akan memikirkan jurusan yang akan kupilih nanti”

“Aku masih mampu membiayaimu. Masuk ke kamarmu! aku tak mengizinkanmu untuk ikut acara kontes menyanyimu itu”

Kyuhyun menarik nafas beratnya “kau berubah” kemudian pergi meninggalkan sang ibu yang menghentikan kegiatannya setelah mendengar ucapan Kyuhyun.

                                                                    ***

Kyuhyun merebahkan tubuhnya, ini bukan yang pertama kali ia melihat perubahan sikap sang ibu padanya. Terkadang overprotect, terkadang sangat tidak peduli padanya. Kyuhyun masih enam belas tahun sekarang, usia remaja yang masih perlu bimbingan dan perhatian dari orang tuanya. Kyuhyun tau perubahan itu terjadi karena sang kepala keluarga meninggal. Ibunya harus berjuang sendiri mengelola perusahaan di saat ia belum matang untuk membantu segala hal tentang perusahaan.

“Mom berubah, dad..” ia menghapus titik airmata yang meleleh di kedua pipinya.

“Dan mom lebih sering ke bar hanya untuk menghabiskan uangnya, dad.. kumohon bawa aku bersamamu” lelehan airmata itu kembali meluncur di pipi putih Kyuhyun. ia mengadu, mengadu pada seseorang yang tak akan pernah kembali lagi.

                                                                    ***

“Good morning, mom..” Kyuhyun menyapa sang ibu, dikecupnya kedua pipi sang wanita yang begitu dicintainya.

Wanita itu hanya diam menatap Kyuhyun yang menatapnya lembut “Kyuhyun, mom ingin bicara sesuatu denganmu pagi ini” ucap sang ibu.

Kyuhyun mengangguk sambil mengoleskan selai coklat di atas rotinya.

“Mom sudah memikirkan baik-baik, dan mom menyetujui jika kau ingin masuk Kyunghee, Kyuhyun”

Kyuhyun tersentak, baru semalam ibunya menolak mentah-mentah keinginannya, dan pagi ini sudah berubah pikiran?

“Lakukan yang menurutmu benar dan menyenangkan” sambung sang ibu.

“Benarkah? Aku boleh kuliah di kyunghee?” Kyuhyun menunjukkan ekspresi berbinarnya lalu memeluk tubuh sang ibu di hadapannya.

“Thanks mom, I love you so much”Kyuhyun kembali mengecup pipi sang ibu, oh hatinya begitu hangat dan senang saat ini.

“Dan mom akan pergi ke Paris minggu depan dan tinggal di sana selama enam bulan..kau baik-baik di sini”

Kyuhyun termangu, rasa senang dan semangatnya lebur sudah. Apa artinya masuk Universitas yang ia inginkan tanpa sosok ibu di sampingnya?

“Mom..”

“Mom tak bisa melupakan ayahmu, mom hanya ingin menenangkan diri dan mom akan kembali ke dunia hiburan..kau mengerti ibumu ini ‘kan?  di sini terlalu menyakitkan, terlebih jika aku terus melihatmu” Kyuhyun sudah melepaskan pelukannya lalu meatap ibunya yang tak lagi menatap Kyuhyun.

“A-aku?” Kyuhyun hampir saja meneteskan airmatanya..tidak anak laki-laki tak boleh menangis, setidaknya kalimat itu yang ia ingat sebelum sosok ayahnya pergi meninggalkannya.

“Mom akan kembali jika semua sudah baik-baik saja”

“Kau tak usah cemas, perusahaan akan diambil alih oleh pamanmu, ia yang akan mengelola. Kau akan baik-baik saja, dan mom juga akan baik-baik saja” lanjut sang ibu sembari melangkahkan kedua kakinya ke luar dari ruang makan mewah itu.

Kyuhyun tak bisa berucap, kakinya terasa lemas, sungguh ia tak menginginkan ini terjadi. Kehilangan sosok ayah di usia belia saja sudah membuatnya terluka, apalagi hidup tanpa sosok ibu. Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya, menangisi semua keadaan sulit yang melilitnya.

                                                                      ***

Jung Soo menoleh ke arah Kyuhyun, Kyuhyun hampir menangis, ia tau itu.

“Lakukan apa yang kalian mau asal tidak menyakiti mereka” Kyuhyun kembali duduk di kursinya tanpa menatap kedua orang yang seperti sedang menginterogasinya.

“Mom menyayangimu, Kyuhyun..maafkan mommy” suara bergetar itu penuh sarat kesedihan. Kyuhyun bisa mendengarnya dengan jelas, ingin sekali ia memeluk tubuh wanita yang dicintainya itu lalu berucap bahwa ia begitu mencintainya. Tapi kaki Kyuhyun seolah mati rasa, ia tak bisa berbuat apa-apa saat ini. Kyuhyun terlalu muak dengan semua keadaan ini.

“Aku harus melakukan apa?” Kyuhyun bertanya tanpa menghiraukan ucapan sang ibu.

“Pulang. Kau harus pulang, Kyuhyun. kita akan hidup bersama lagi..kita akan membuka lembar baru di Roma. Bukankah kau ingin tinggal di sana? Menonton pertandingan sepak bola kesukaanmu”

“Hidup bersama dan kau akan meninggalkanku lagi enam bulan..ah bukan, dua tahun atau bertahun-tahun?” jawab Kyuhyun sarkastik membuat Donghae meremas tangan Kyuhyun.

“Kyu, dia ibumu” bisik Jung Soo sepelan mungkin tepat di telinga Kyuhyun. Kyuhyun diam bahkan mengacuhkannya.

“Tidak..mom benar-benar menyesalinya”

“Di saat aku membutuhkan ibuku, kau malah bersenang-senang di Paris, saat aku butuh semangat untuk memenangkan beasiswa, kau sama sekali tidak hadir, aku ini anakmu atau bukan?” Kyuhyun tak bisa meredam semua amarahnya.

“Cukup Cho Kyuhyun! setidaknya kau bisa lebih menghargai ibumu!” sentak Jong Woon yang membuat seisi ruangan menatapnya. Jong Woon harus melakukan ini demi Kyuhyun, demi kelayakan hidup Kyuhyun. bukankah Kyuhyun membutuhkan kasih sayang lebih dari ibunya?

“Ibuku sudah pergi, hyung! sudah meninggalkanku bersenang-senang dengan pria lain!! Aku sudah tak punya orang tua!” emosi Kyuhyun meluap, Donghae menariknya cepat ke dalam pelukannya berusaha meredam amarah Kyuhyun yang semakin memuncak.

“ssstt…ayo kita ke luar sebentar” Donghae menggiring Kyuhyun ke luar ruangan dan dengan sigap para bodyguard orang tuanya menghalanginya.

“Aku tak akan membawanya pergi, izinkan Kyuhyun menenangkan dirinya di luar” nada dingin Donghae membuat kedua kakaknya terdiam, ia tak pernah melihat Donghae semarah itu.

“Nyonya dan Tuan, bisakah anda menyuruh anak buahmu menyingkir sebentar? Aku tak akan membawa Kyuhyun lari, kalian tenang saja” ucap Donghae tanpa membalikkan tubuhnya menghadap orang tua Kyuhyun.

Nyonya Kim memberi syarat kepada pengawalnya untuk memberi jalan Donghae dan Kyuhyun.

“Donghae tak akan membawa Kyuhyun pergi, ia hanya ingin memberi pengertian Kyuhyun.. beri waktu kami waktu untuk melunakkan hati Kyuhyun, Nyonya Kim” Jung Soo berucap setelah Donghae dan Kyuhyun ke luar dari ruangan.

Nyonya Kim menyenderkan tubuh lelahnya pada sandaran kursi yang didudukinya.

“Bantu aku, nak untuk mengembalikan Kyuhyun. aku janji akan selalu membahagiakannya tanpa mengulangi kesalahanku dulu” ucap wanita itu lirih.

Jung Soo tersenyum lemah menatapnya “akan kami usahakan, Kyuhyun sudah seperti adik kami. Tapi mungkin tidak bisa secepat dan semudah itu, Kyuhyun trauma, aku dan kedua adikku akan memberinya pengertian terlebih dahulu”

“Aku tau ini semua salahku, aku benar-benar mentelantarkan anakku sendiri, aku terlalu egois hingga bersikap keji seperti ini” tangis wanita paruh baya itu pecah, bukankah pada akhirnya penyesalan itu selalu datang terlambat?

“Kami akan mengembalikan Kyuhyun, Nyonya.. Kyuhyun juga membutuhkanmu..” ucap Jong Woon kemudian.

“Maafkan aku, aku benar-benar tak ingin menyakiti kalian..kalimat tadi begitu saja terlontar dari mulutku, itu di luar kendaliku, Jong Woon-sshi”

“Kami mengerti, Nyonya..tapi, Kyuhyun akan semakin takut jika nyonya benar-benar melakukan hal itu”

“Aku sudah kehabisan cara untuk membawa Kyuhyun pulang”

“Perlahan, nyonya.. Kyuhyun tak suka pengekangan apalagi pemaksaan..kami yang akan mencoba untuk membawanya kembali pulang”

                                                                ***

“Kyuhyunnie..Kyuhyunnie..ini aku Donghae!” Donghae menepuk kedua pipi Kyuhyun yang memerah.

“Hey! Sudah sudah..Kyuhyunnie..inhale exhale..inhale exhale..ayo ikuti aku” Kyuhyun menutup kedua matanya, mengikuti instruksi Donghae yang menyuruhnya menarik nafas.

“Donghae hyung…”

Donghae tersenyum lega ketika wajah marah Kyuhyun sudah berubah lembut dan sedikit tenang.

“Ya..ini aku, dongsaeng-ah..sudah tenang? Jangan seperti tadi, kau hampir memecahkan gelas di tanganmu, bagaimana kalau kau terluka?” Donghae meraup waja Kyuhyun yang hanya menatapnya tanpa ekspresi.

“Maaf..tapi aku ingin pulang hyung” Kyuhyun menundukkan kepalanya, merasa kacau karena perselisihan hebat tadi.

“Kita selesaikan rapatnya dulu bagaimana? kau, aku, Jung Soo dan Jong Woon akan baik-baik saja” Donghae meyakinkan.

Kyuhyun menggeleng cepat, tangannya kembali meremas jas hitam yang dikenakan Donghae. Donghae yang menyadari gelagat adik tersayangnya dengan cepat memeluknya derat.

“Ssssttt.. it will be alright, okay??”Donghae berbisik meyakinkan Kyuhyun kembali.

“Mereka akan melakukan sesuatu pada kalian,hyung..aku takut”

“Tidak..semua akan baik-baik saja, hey! Percaya pada hyungmu, Kyuhyunnie”

“Batalkan saja kontrak itu, aku yang akan membayar penaltinya, aku mau pulang sekarang, hyung”

“Kyuhyunnie..dengar baik-baik.. ibumu tak akan melakukan apapun pada kami, kasihanilah hatimu, juga ibumu. kau ingat siapa yang merawatmu dari kecil? Kau ingat seberapa besar perjuangan seorang ibu untuk melahirkanmu ke dunia? Kau ingat seberapa besar kasih sayang ibumu padamu? Tuhan bisa memaafkan kesalahan semua umatnya, masa’ kau tidak bisa memaafkan ibumu, hm?”

“Setelah selesai rapat, kita akan pulang.. kasihan hyungdeul di dalam sudah menunggu lama”

“Donghae hyung ternyata tak pernah mengerti aku! Kalian semua sama! Tidak sayang padaku!”

Donghae menarik nafas lelahnya “Kyuhyun, hyung menyayangimu, lebih dari yang kau tau..”

“Aku mau pulang, hyung! aku mau pulang se-ka-rang!” teriak Kyuhyun pada akhirnya.

“Kau tidak menyayangi aku, Jung Soo dan Jong Woon hyung” tambah Donghae.

Kyuhyun terdiam mendengar penuturan Donghae.

“Sungguh aku menyayangi kalian, hyung..aku tak mau jika sesuatu yang buruk terjadi pada kalian”

“Aku sudah katakan padamu bahwa semua akan baik-baik saja, Kyuhyun..kau jangan keras kepala seperti ini, kau akan menghambat proyek ini, kau tega melihat hyungdeul kehilangan pekerjaan? Kau tega membuat hyungdeul kecewa? Aku bahkan tak sanggup melihat mereka menangis” Donghae merutuk dirinya yang mengeluarkan kalimat menyakitkan itu. sungguh itu bukan kalimat yang ingin ia ucapkan, tapi apa boleh buat? Ia harus membuat Kyuhyun tetap mengikuti perjalanan hidupnya.

“Donghae hyung…jadi itu alasanmu? Kau lebih mementingkan pekerjaan ini daripada kebahagiaan?” mata Kyuhyun kembali memanas mendengar penyataan yang terlontar dari Donghae.

“Asal kau tau, kami semua menyayangimu” Donghae beranjak dari duduknya menuju ruang rapat meninggalkan Kyuhyun yang masih diam di singgasannya.

“Aku tak akan memaafkanmu dan menemuimu lagi jika kau lebih mementingkan egomu, Kyuhyun” dan nada dingin Donghae kembali terdengar di gendang telinga Kyuhyun.

“Donghae hyung” Kyuhyun memanggilnya lirih, memanggil Donghae yang sudah terisak hebat. Ia menyembunyikan luka kesedihan itu sendiri. Tak mau jika Kyuhyun melihatnya.

Donghae menghentikan langkahnya seraya menghapus jejak airmata yang masih tersisa di kedua pipinya. Ia diam beberapa saat sebelum Kyuhyun kembali memanggilnya dengan lirih.

“Aku akan pulang.. izinkan aku menghabiskan waktuku denganmu dan hyungdeul” suara Kyuhyun bergetar, Donghae tak mampu menahan tangisnya lagi.

“Hyung, aku mohon jangan pernah berkata bahwa kau dan hyungdeul tak akan menemuiku lagi, jangan tinggalkan aku..Donghae hyung aku..aku..aku janji akan menuruti semuanya, hyung..” Kyuhyun berlari menubruk punggung Donghae yang membelakanginya, ia peluk erat tubuh kurus di depannya.

“Hyung…” Kyuhyun menangis, memilukan hati Donghae.

“Aku menyanyangimu, Dongsaeng-ah” Donghae berbalik mendekap tubuh tinggi yang bergetar hebat, meninggalkannya? Bahkan membayangkannya saja sudah terasa sesak untuk Donghae.

                                                                          ***

Semua pasang mata menatap Donghae dan Kyuhyun yang memasuki ruang rapat, Jung Soo menahan nafasnya ketika melihat wajah sembab kedua adiknya itu. Donghae masih menggandeng Kyuhyun yang tetap menundukkan kepalanya.

“Maaf membuat kalian lama menunggu” Donghae membungkukkan badannya, namun tidak dengan Kyuhyun. anak itu masih saja menunduk, berusaha menulikan dan membutakan segala hal yang akan terjadi setelah ini.

“Tidak apa, Donghae-sshi, kami mengerti. Silahkan duduk kembali” suara berat Tuan Jung membuat Donghae dan Kyuhyun duduk.

“Jadi bagaimana?” Jung Soo berbisik pada Donghae di sebelahnya, namun pemuda itu hanya tersenyum memberitau bahwa semua baik-baik saja.

“Kita lanjutkan kontrak kerjasama ini, dan Kyuhyun akan kembali padamu, Nyonya” Donghae menatap ibu Kyuhyun.

Wanita itu tersenyum bahagia “Terima kasih banyak Donghae-sshi dan anakku, aku akan membayar kontrak perusahaanmu dengan harga tinggi. Kyuhyun-ah, mom sangat merindukanmu” wanita itu berdiri menghampiri Kyuhyun yang masih dalam aksi diamnya.

“Mom akan menjagamu dengan baik, mom janji sayang” ia memeluk tubuh putranya penuh kehangatan.

Kyuhyun tak menjawab dan tak membalas pelukan sang ibu. Ia hanya menikmati sentuhan itu, menikmati kecupan hangat sang ibu, meresapi pelukan yang sudah lama tak ia rasakan.

“Tapi aku punya satu permintaan” ucap Kyuhyun kemudian yang membuat sang ibu melepaskan pelukannya.

“Katakan sayang, mom akan mengabulkannya”

“Izinkan aku tinggal sementara waktu dengan hyungdeul, hingga pekerjaan kami selesai”

                                                                    TBC

**Udah lama, pendek pula! Yakan yakan pasti pada bilang gitu..wkwkwk..maaf akunya lagi stuck, skripsi menyita waktu sampe otakpun mandet mikirin jalan ceritanya gimana lagi..males ngetik *penyakit lama* haha..
okay, malam 0705 yah..selamat menanti tweet siwon dan menuhin mention siwon-kyuhyun buat wonkyushipper tehehehe~~ bye see you at next chapter yg ga tau kpn updatenya hihi.. thanks a lot readers yg komen dan silent readers, i wish, we can make a wonderful friendship ^^

About these ads

21 thoughts on “Destiny (Chapter 4)

  1. hebat disini kyu punya tenaga samson masa gelas diremes aja bisa hampir pecah… dasar mbul…
    disini kyu ceritanya umurnya udh brapa taon sih? kok cengeng amat kaya si ikan asin *lirik hae* XD
    malu sama umur atuh *smirk

    kok TBCnya cepet amat yaak?? XD
    semangat yaa buat skripsinya honey bunny sweety #kecup,eh….. and happy 0705 yeaaay spread wonkyu love♡♡♡

  2. Ini fic ato ucok baba? Ggggzzzz.. Pendeek *slaped*

    Aduuh gue ga yakin mom nya kyu bener-bener baik
    -_- mending sama appa nya aja deeh, aih kyu kudu segera tau,

  3. Kyaa…lagi seru”nya baca malaj TBC

    omo kyu msih nyimpan trauma nya trnyata… Klo aku mah kasian liat appa kandung nya kyu dia nahan” agar ga bilang yg sbenernya klo dia lh ayah kandung kyu :( hmm….

    Lanjut eonni
    klo bisa jngan update lama dong..

  4. happy 0705 :) *kibarin bendera wonkyu :D

    saking sayangnya ama hyungdeul ya, kyu mau balik k mom nya. tapi kyu kaya ga bakal bahagia deh u,u
    hyungdeul juga ga rela kan ngelepasin si magnae..
    aah.. kenapa harus ada perpisahan TT *plakkk =.=

    fighting for the next chapt ^^

  5. akhirny dipublis jga….
    keren chingu tpi agx bingung bca pas bgian awalny(yg mnceritakan knangan masa lalu) knapa gx ditulis Flasback aja biar lebih mdah jdi gx bingung *mian sok tau*.
    aigo cpet bnget tbc muncul….
    lnjut jgn lma2 y chingu n pnjangin lgi *maksa*

  6. Apkh permintaan kyu d.stujui org tuanya?
    Kasih tau gk ya?kasih tau lah….*Gila*hehe……..
    ayo lnjuttttt……..njut…njut…njut….
    slam semangaaattt….ngat…ngat….

  7. hiks..ga tau knapa tiap baca ff unnie tuh pgn’a nangis mulu :’(
    huks..daebbak unn !!
    xD
    yeah..itu tau kalo pendek,apa lg udh update’a lama :p
    kekeke
    but..no problem .
    di chap dpn di panjangin ya !
    nyahaha
    *plakk
    kata2′a nyentuh bgt sumpah,apa lg soal ibu .
    huhu jdi nyesek u,u

  8. beneran deh,, aq sempat shock baca tuh TBC……
    biasanya juga panjangan ceritanya, eh ternyata lagi sibuk tho!!!
    pengen peluk kyu juga nee!!!!! :)
    itu mommy_nya kesannya jadi egois gitu,,,tapi mw gmna lagi, penyesalan slalu datang di akhir,, kalau nysel dulu gak seru donk!!! kkkk

    Succes buat skripsinya ya eon….. :’)

  9. asli rasanya pengen gigit hp waktu lagi menghayati membaca tiba2 nongol kata tbc -_-
    tapi ga kecewa kok walau lama dan ehempendekehem*digaplok* tetep feelnya kena banget,, ampe ikutan nangis bareng haekyu

  10. ternyata chap 4 nya pendek ya unn #muka polos

    huwaaa, butuh tissue *tarik bju yg dpake Anni unn *eh

    aku jd tambah galau masa ~_~ *pdhl yg ngejalanin kan kyu, dan yg nulis sepertinya emang berniat mengalau ria*duagh

    jan pisahkan mereka . . . huwaaaa tp, tp, tp, seperti apapun skap ibu dl , seorang ibu tetaplah orng terpenting :(

  11. Annyeong! Ak reader br d sn. Hehe. Ak review chap 1-4 skalian d sn aj ya.. Critanya bgs thor. Cm ak sk bgung gt soalnya timeline ato ket wktunya ga jls. Stlah d lanjut baca br ngeh ini pas flashback ato ga. Hehe. Jd manajer jung itu bapaknya kyu ya? Trs emaknya kyu mau rujuk lg? Wahh bgs d emaknya ud sadar. Kasian kyu nya ga dpt prhatian dan ksh syg ibu. Btw ak jg bngung thor. D chap 3 trkhr d blgnya yg pergi rapat cm jung soo, jong woon sm kyu gr2 donghae lg k busan ngurus kerjaan. Tp koq tb2 d chap 4 ini ad donghae nya? Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s