Destiny (Chapter 6)

Tahukah kau bahwa kasih anak sepanjang jalan, sedangkan kasih ibu sepanjang masa?

Kyuhyun melepas kacamata dan meletakkannya di meja belajar. Ia menguap sebentar lalu melirik jam dinding. Sudah pukul sebelas malam dan ia masih berkutat dengan gambarnya, karena sebelumnya ia harus menghafal lirik lagu yang akan dinyanyikannya sebagai soundtrack drama yang diperankan oleh ibunya sendiri. Kyuhyun memijat keningnya sebentar, sudah terlalu banyak pikiran yang meradang di kepalanya dan kini ia harus terus berusaha baik-baik saja .

Tok Tok Tok..

Suara ketukan pintu membuat Kyuhyun melirik ke arah pintu kamarnya. Ia bangkit dari duduknya lalu berjalan untuk membukakan kunci pintu kamarnya.

Senyuman manis Kyuhyun berikan ketika melihat Jung Soo membawa nampan berisikan sepiring sandwich tuna dan segelas susu putih  untuknya. Ia mempersilahkan sang kakak memasuki kamar pribadinya lalu mendudukan dirinya di sebelah Jung Soo sambil bergelayut manja di lengan Jung Soo yang telah bebas dari nampan melamin berwarna putih gading itu.

“Makan dulu” ucap Jung Soo sambil menunjuk sandwich yang sudah terhidang dengan lezat.

Kyuhyun menggeleng cepat, kepalanya ia sandarkan pada bahu sang kakak sedangkan kedua tangannya memeluk pinggang Jung Soo erat. Jung Soo menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, ia mengerti bahwa Kyuhyun sedang ingin bermanja dengannya.

“Aku mau begini saja sampai besok pagi” ujar Kyuhyun sambil menutup matanya merasakan aroma maskulin yang menguar dari tubuh Jung Soo. Wangi tubuh Jung Soo yang sudah ia hafal sejak pertemuan pertamanya.

“Huh? Mau menyiksa hyung? kau itu berat tau” protes JungSoo sambil menyentil hidung mancung adik terkecilnya.

“Kalau begitu hyung tidur saja denganku malam ini” balas Kyuhyun, pemilik mata coklat yang selalu bersinar indah .

“Habiskan dulu sandwich dan susumu”

Kyuhyun mengangguk lalu mengambil sandwich kesukaannya dan memakannya lahap. Jung Soo terkikik geli melihat gaya makan ala Kyuhyun yang seperti anak kecil.

“Pelan-pelan, nanti tersedak” Kyuhyun hanya nyengir menanggapi ucapan Jung Soo.

Setelah menghabiskan satu sandwich, Kyuhyun menegak habis susu putihnya lalu beranjak menuju toilet untuk menggosok giginya. Setelah itu ia mengganti shirt dan blue jeansnya dengan piyama baby blue yang sudah tersedia di atas tempat tidurnya. Siapa yang menyediakan? Tentu saja Donghae, kakak yang selalu menyiapkan semua keperluannya. Kedua mata Jung Soo mengikuti semua pergerakan Kyuhyun mulai dari memakan sandwich hingga memakai piyamanya. Ia sama sekali tak menyangka bahwa Kyuhyun terlihat seperti anak TK ketika ia memakai piyama kesayangannya, rambut coklat brunetnya sudah acak-acakan dan kedua matanya yang sudah terlihat sayu karena lelah dan juga mengantuk. Adiknya yang satu itu sungguh terlihat imut untuk ukuran pria dewasa seusianya. Kyuhyun memandang Leeteuk yang mengamatinya dalam diam.

“Hyung!” Jung Soo tersentak ketika tangannya dicubit kecil oleh Kyuhyun.

“Sakit, bodoh!” umpat Jung Soo, namun Kyuhyun malah tertawa.

“Kenapa sih hyung?” Kyuhyun merebahkan tubuhnya di kasur dengan sprei berwarna putih dan bercorak lambang AC Milan, team sepakbola kesukaannya.

“Usiamu berapa sih? Hyung hampir mati jantungan melihat penampilanmu barusan” jawab Jung Soo yang masih mengamati wajah Kyuhyun.

“Aku kenapa? Ini ‘kan piyama dari hyung! apa ada yang salah?”

“Kau yang salah! Punya wajah imut seperti itu!” tukas Jung Soo sambil ikut merebahkan tubuhnya di sebelah Kyuhyun.

Kyuhyun merengut mendengar ucapan Jung Soo. Sebenarnya ia sudah terbiasa mendengar kata ‘imut’ yang dilontarkan ketiga kakaknya itu. tapi baru kali ini Jung Soo mengatakannya dengan penuh keseriusan.

“Apa aku benar-benar tidak tampan, hyung? kenapa semua orang menyebutku imut? Bahkan teman laki-laki di kampusku pernah menyatakan cinta padaku, dia bilang aku itu cantik dan imut” ujar Kyuhyun sambil menatap langit-langit kamarnya. Jung Soo ingin sekali tertawa mendengar cerita Kyuhyun. ia tak menyangka bahwa tak hanya perempuan yang menyukai paras adiknya, tetapi laki-laki pun demikian.

“Menurutmu?”

Kyuhyun terdiam. Bingung juga ditanya seperti itu. “Ah sudahlah aku ngantuk!” ujar Kyuhyun akhirnya mengalihkan pertanyaan Jung Soo yang bermaksud untuk menggodanya.

“Dasar magnae imut!” ledek Jung Soo kemudian. Ia terpingkal sendiri melihat wajah Kyuhyun yang memerah dan sedikit jutek karena aksi ngambeknya.

Setelah lelah mentertawakan si bungsu, Jung Soo berbalik menghadap Kyuhyun yang memunggunginya,  lalu memeluknya dari belakang sambil berbisik “hyung  menyayangi Cho Kyuhyun” .

Kyuhyun yang masih dalam keadaan marah karena ledekan sang kakak, merubah raut wajahnya seketika. Tubuhnya menegang, aliran darahnya  berdesir hebat. Ia juga menyanyangi Jung Soo, sampai kapanpun.

“Kau tidak menyayangi hyung yah?”

Kyuhyun menggeleng cepat lalu berbalik menghadap Jung Soo yang masih menatapnya lekat “Aku sayang hyung, selamanya”

Jung Soo tersenyum mendengarnya “di sini dan di sini akan selalu ada nama Cho Kyuhyun” Jung Soo menunjuk  dada dan kepalanya ketika berbicara.

“Bisakah hyung titipkan nama hyung di dalam sini?” Jung Soo menunjuk dada Kyuhyun, Kyuhyun mengangguk lagi. Matanya kembali panas, jantungnya berdegup kencang, ia tau kemana arah pembicaraan sang kakak.

“Kyuhyunnie, hidup kita akan bahagia jika di dalam sini merasa tenang. Jika kita pelihara rasa benci, dan berbagai penyakit hati lainnya, maka tidak hanya di dalam sini yang sakit, tapi di dalam sini juga. Hatimu, kepalamu, matamu, mulutmu dan seluruh anggota tubuhmu” Kyuhyun masih terdiam mendengar Jung Soo, dengan perlahan Jung Soo mengusap lembut dahi dan kepala Kyuhyun, meyakinkan adiknya bahwa Jung Soo sangat menyayanginya sebagai anggota keluarga di kehidupannya.

“Kyuhyunnie, jangan pasang jerat permusuhan dan rasa kebencianmu terhadap ibumu. Dia yang merawatmu, mencintaimu dan mengorbankan nyawanya ketika melahirkanmu kasih sayangnya tak akan pudar meskipun cintamu bisa hilang kapan saja” Jung Soo mengusap pipi Kyuhyun yang terlihat tirus, dan Jung Soo kaget ketika disentuhnya pipi itu tak lagi gempal seperti dulu.

“Hyung..boleh aku menangis sekarang?” Kyuhyun menitikkan air mata yang sudah tak bisa ia tampung lagi. Jung Soo mengangguk lalu mendekapnya erat, mengusap punggung Kyuhyun yang terasa hangat dan bergetar. Adiknya terisak pilu malam itu, mengeluarkan sesak di dalam hatinya selama bertahun-tahun. Kyuhyun tak pernah menangis seperti ini, ia pandai menyembunyikan perasaannya di depan siapapun tanpa terkecuali.

“Hyung yakin, jauh di dalam hatimu, kau tidak pernah membenci ibumu”

Ini sudah dua puluh menit, Kyuhyun masih meneggelamkan kepala dan wajahnya pada dada bidang sang kakak, tangannya masih memeluk erat tubuh Jung Soo, dan Kyuhyun masih tak berbicara apapun, hanya saja masih terdengar suara sesenggukan Kyuhyun. Jung Soo enggan melepas pelukannya, ia menunggu Kyuhyun hingga tertidur.

“Hyung” Kyuhyun memanggilnya dengan suara serak, tanpa memperlihatkan wajahnya.

“Mmmm..” Jung Soo menjawab.

“Aku lelah dan mengantuk..aku tingin tidur, tapi hyung jangan pergi sebelum aku bangun” Jung Soo tersenyum simpul lalu mengecup kepala Kyuhyun

“Ya aku janji. Mimpi indah” dan malam itu Kyuhyun sama sekali tak melepas pelukannya hingga pagi menjelang.

***

Jung Soo memberikan instruksi kepada para anak buahnya yang bekerja untuk melakukan dekorasi tempat syuting hari ini. Ia mengontrol seluruh persiapan yang digunakan untuk syuting dengan sangat teliti, tak mau ada suatu hal yang kurang. Jung Soo adalah seorang yang perfeksionis. Di sudut lain, Jong Woon tengah sibuk dengan beberapa stylish, sedangkan Donghae dan Kyuhyun tengah sibuk mendekorasi ruangan bergaya eropa dengan beberapa polesan cat warna yang terlihat elegan dan mewah.

“Kyuhyun sudah dewasa sekarang, lihatlah dia bahkan terlihat lebih manis sekarang” Seung Hwan menatap Hanna dengan rasa haru yang memuncak.

“Dia sepertimu, sifat dan matamu menurun padanya. Setiap aku melihat Kyuhyun aku seakan melihatmu di dalamnya. Anak itu benar-benar membuatku merindukanmu”

Keduanya tersenyum. Tuhan mungkin menghukum dirinya karena telah menyia-nyiakan anugerah Tuhan yang indah itu.

“Kyuhyunnie” Hanna menggamit tangan Kyuhyun ketika Kyuhyun melewati dirinya dan Seung Hwan. Kyuhyun menghentikan langkahnya tanpa memalingkan muka untuk melihat wajah sang ibu.

“Apa kau tak ingin melihatku sebentar saja, nak?” sang ibu bertanya dengan nada lirihnya.

“Aku harus kembali bekerja, kumohon lepaskan” jawab Kyuhyun datar, tanpa ada ekspresi pada wajah mulusnya.

Hanna terdiam, perlahan airmata itu kembali keluar dari mata indahnya, ia sungguh merasa sakit sekaligus menyesali segala perbuatannya. Anak semata wayangnya benar-benar membencinya.

Seung Hwan mengelus lengan Hanna lembut memberi isyarat untuk melepaskan tangan Kyuhyun. perlahan Hanna melepasnya lalu membiarkan Kyuhyun meninggalkannya. Seung Hwan memeluk Hanna yang sudah terisak, menenggelamkan kepalanya di dada bidangnya.

“Kyuhyun hanya butuh waktu”

***

Kyuhyun berjalan dengan tatapan kosong menuju ruang santai untuk menaruh peralatan gambarnya. Hatinya begitu sakit ketika melihat sang ibu menangis karena dirinya. Ia sudah melukai hati sang ibu sampai sejauh ini.

“Kyu”tepukan Donghae di bahunya menyadarkan Kyuhyun yang hanya diam di depan pintu ruang santai. Kyuhyun memasang senyum manisnya seolah tak terjadi apa-apa.

“Kenapa diam saja di sini? Ayo ke ruang stylish! Kau akan berlatih menyanyi dengan Jong Woon hyung setelah ini!”

“Jong Woon hyung?” tanya Kyuhyun bingung sambil memasukkan peralatan gambarnya ke dalam ranselnya.

“Kau duet dengannya, Kyu untuk lagu di part pertama! Ya Tuhan aku senang sekali mendengar kau dan hyung duet! Pasti akan sangat keren!” Donghae tertawa renyah, ia begitu bahagia ketika mengetahui kabar ini.

Kyuhyun memicingkan kedua matanya “Kok aku tidak diberi tau?”

“Err..ini memang baru diputuskan tadi. Aku mengusulkan kalau kau dan Jong Woon hyung duet” ucap Donghae sambil was-was takut Kyuhyun menghabisinya dengan tatapan tajamnya.

“Hhh..hyung kau ini” Kyuhyun tak bisa menyela, ia sudah pasrah dengan situasi saat ini. Dan Donghae hanya tersenyum melihat Kyuhyun menerimanya walaupun dengan sedikit terpaksa.

“Ayo lekas kita menemui stylish untuk make up!” Donghae menyeret lengan Kyuhyun membuat Kyuhyun mengerang kesal.

Setelah melakukan make-up dan berganti pakaian, Kyuhyun menghampiri Jong Woon yang sudah menunggunya di ruang santai.

“Hyung” panggil Kyuhyun.

Jong Woon menoleh dan menutup majalah yang sedang ia baca “Sudah siap? Kita ke studio rekaman sekarang dengan Seung Hwan-sshi” Jong Woon beranjak dari kursinya lalu mengambil tablet dan dompetnya.

“Tidak bawa tas, hyung?” Kyuhyun bertanya menyelidik. Sedikit aneh karena biasanya Jong Woon pasti selalu membawa tasnya kemanapun ia pergi.

“Nanti kita kembali lagi ke sini, titip Donghae saja. Jung Soo hyung sedang sibuk dengan beberapa tim lain” jawab Jong Woon lembut. Kyuhyun mengangguk mengerti lalu mengambil Ipad, Galaxy S4 dan dompetnya. Keduanya keluar ruangan dengan beriringan.

“Seung Hwan-sshi, kami sudah siap” tutur Jong Woon menghampiri Seung Hwan sedang mengobrol dengan kru dan beberapa artis yang ikut andil dalam drama yang digarapnya.

Seung Hwan menoleh lalu mengangkat kedua jempolnya, dan setelahnya mereka pamit untuk pergi menuju studio rekaman. Jong Woon menggenggam tangan kanan Kyuhyun yang berjalan di sebelahnya. Bagaimanapun juga ia tau adiknya masih merasa gugup dan sama sekali merasa tidak tenang.

“Ah..hyung, aku ingin ke toilet sebentar, nanti aku menyusul ke tempat parkir. Hyung duluan saja” Kyuhyun menghentikan langkahnya dan berbalik menuju toilet di sebelah ruang stylish.

Kyuhyun berjalan santai menuju toilet, sebenarnya ia hanya ingin membasuh mukanya, sekedar menyegarkan dirinya yang benar-benar merasa kurang nyaman,

Namun ketika ia tengah asyik berjalan, seseorang mendorongnya kuat hingga kepalanya terbentur pinggiran tembok.  “Kyuhyunnie awas!”

Kejadiannya begitu cepat, ia hanya memandang sosok wanita yang disayanginya sudah terbaring lemah karena tertimpa lampu besar untuk lighting. Kyuhyun tercekat, tanpa menghiraukan sakit di kepalanya ia menghampiri sosok wanita yang sudah berlumuran darah.

“Mom..mommy..mom..mom jangan menakutiku. Mom bangunlah” Kyuhyun meracau tak jelas, ia menepuk-nepuk kedua pipi sang ibu hingga akhirnya semua kru yang melihatnya mengangkat tubuh Hanna untuk dibawa ke rumah sakit.

Jung Soo dan Donghae yang sudah berada di sebelah Kyuhyun, menarik Kyuhyun ke dalam pelukannya, menenangkan Kyuhyun yang terlihat shock  “Astaga Kyuhyun! kepalamu berdarah!” Donghae memekik kaget.

“Hyung, ke rumah sakit sekarang kumohon..mommy hyung mommy!” Kyuhyun berucap kalap, ia melepas pelukan Jung Soo lalu menyusul kerumunan yang mengantar Hanna.

“Cho Kyuhyun!” suara Jung Soo membuat langkah Kyuhyun berhenti. Panggilan lengkap itu begitu tegas di telinga Kyuhyun.

Jung Soo menghampiri Kyuhyun dengan berlari kecil “kita ke rumah sakit bersama”

***

Kyuhyun memandang ruang IGD dengan tatapan cemas. Jung Soo sibuk mencari perawat untuk mengobati robeknya kulit kepala Kyuhyun akibat benturan. Kyuhyun menyenderkan kepalanya di bahu Donghae, ia sungguh melupakan rasa sakit yang bersarang di kepalanya. Kemeja peachnya sudah dilumuri banyak banyak darah. Ia hanya memikirkan snag ibu di dalam sana akibat menyelamatkannya.

“Kyu, ke ruang perawatan sebentar yah..jahit kepalamu dulu, darahnya tidak mau berhenti. Hyung takut terjadi sesuatu padamu” Jong Woon berjongkok di depan Kyuhyun memegang tangannya erat.

Kyuhyun menggeleng, airmatanya tak mau berhenti mengalir sejak tadi. Jong Woon mendesah pasrah, ia tau Kyuhyun keras kepala. Ia melirik Donghae untuk membujuknya, namun Donghae mengendikkan bahunya dan menggeleng kepalanya tanda menyerah.

Jung Soo datang dengan tergopoh “Bagaimana? dokter sudah menunggu di dalam”

Jong Woon hanya menggeleng, Jung Soo mengerti, ia ganti membujuk Kyuhyun yang masih menatap lantai di bawahnya dengan pandangan kosong. Jung Soo duduk di sebelah Kyuhyun, lalu mengambil alih Kyuhyun dan mendekapnya lebih erat. Kyuhyun tak menolak, ia malah terisak hebat begitu JungSoo mengusap kepalanya.

“Ibumu akan baik-baik saja.. sekarang Kyu ikut hyung sebentar, obati kepalamu dulu, jika tidak, nanti bisa infeksi. Hyung gendong di punggung mau?” Jung Soo berkata lembut, Kyuhyun masih menangis enggan menanggapi sang kakak.

“Kyuhyunnie” Jung Soo memanggil lagi, dan kali ini Kyuhyun merespon ia memegang kepalanya yang terasa sakit. Ia melupakan rasa pedih itu  dan sekarang ia baru menyadari bawa luka sobekannya begitu dalam.

“Sakit hyung” keluh Kyuhyun.

“Kita obati, biar Donghae dan Jong Woon yang menunggui ibumu”

“Mommy hyung..dia..”

“Ssshh..ada hyung di sini” Donghae meraup wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya. Kyuhyun mengangguk.

“Masih kuat untuk berjalan? Atau mau hyung gendong? Piggyback hm?” Kyuhyun tersenyum. Ah ia sangat menyukai jika Jung Soo menggendongnya di belakang. Terasa hangat dan nyaman.

“Piggyback, aku lelah” jawab Kyuhyun lalu bersiap naik ke punggung Jung Soo.

Kyuhyun menyandarkan kepalanya, lalu menutup kedua matanya erat. “Mom, kumohon maafkan aku”

***

Seung Hwan duduk menunggui Kim Hanna bersama Donghae dan Jong Woon.

“Kejadiannya kenapa bisa seperti ini, Donghae-sshi? Apa kau tau?” Seung Hwan bertanya pada Donghae.

“Nyonya Kim menyelamatkan Kyuhyun” jawab Donghae singkat. Kalimat simple yang cukup dimengerti oleh Seung Hwan.

Ketiganya terdiam hingga pintu ruang IGD terbuka, “Dokter, bagaimana keadaannya?”

“Pendarahannya sudah berhenti, hanya saja pasien mengalami geger otak ringan, ia butuh pemulihan dan perawatan intensif. Kami akan memindahkannya ke ruang perawatan” ujar sang dokter dan sangat membuat ketiganya kaget.

“Lakukan apapun yangterbaik untuknya, dokter. Saya mohon dengan sangat” ia memohon, sudah cukup ia merasakan kehilangan Hanna  di masa lalunya.

Dokter itu mengangguk “kami akan berusaha semaksimal mungkin”

Dan setelahnya mereka menemani Kim Hanna yang masih tak sadarkan diri di bawah pengaruh bius total.

***

“Hnngg.. hyu-hyung” Kyuhyun menyentuh tangan Jung Soo. Jung Soo tertidur dengan posisi duduk dan menelungkupkan kepalanya ke tempat tidur.

Jung Soo terbangun dan langsung tersenyum melihat Kyuhyun yang sudah membuka matanya.

“Mom”

“Ibumu baik-baik saja, sekarang sedang di ruang rawatnya” ujar Jung Soo.

“Aku mau ke sana”

“Besok pagi, ya? Ini sudah jam sepuluh malam”

“Jam sepuluh?” Kyuhyun terkejut. Bukankah ia hanya tidur sebentar tadi karena mengantuk?

“Dua jam lagi kau tidak bangun, maka kau sudah pingsan setengah hari. Sekarang lebih baik kau istirahat, jika butuh sesuatu hyung akan mengambilkannya”

“Aku hanya ingin mom” Kyuhyun tetap bersikeras.

Jung Soo menghembuskan nafasnya kesal. Kalau sudah begini ia jadi kesal karena Kyuhyun sungguh keras kepala.

“Sudah ada ayahmu di sana, Kyuhyun..kau istirahat saja oke? sampai be—“

“Ayah???” Kyuhyun memotong cepat ucapan kakak sulungnya.

Jung Soo memucat, ia sudah salah bicara.

“Kyu-kyuhyunnie..m-mak-maksudku…”

“Kau menutupi sesuatu, hyung” dan Kyuhyun menuntut sebuah penjelasan.

Kata yang paling indah bagi umat manusia adalah “ibu” dan panggilan paling indah adalah “ibuku”. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta yang keluar dari kedalaman hati paling dalam – Kahlil Gibran –

TBC

*udah siap diceramahin karena kelamaan update dan ya aku tau ini pendek* LOL
Maaf kalo ada typo tadi sih udah direview udah dibenerin typonya kalo ada yang kelewat ya maklum yah typo lagi ngetrend sih haha..thankyu :* see u next chapt ^^

About these ads

18 thoughts on “Destiny (Chapter 6)

  1. Hahhhh…akhirnya eonni update juga, lama banget aku udh nnggu” lanjutan ff ini :x

    kayaknya kebohongan tentang siapa ayah kandung kyuhyun bkalan terbongkar sbentar lagi nih…. *smoga^^ HaeHaeHaeHaeHae~

    lanjut eonni…kalo bisa update cepet yaaa~ yang panjaaaaanggg :D

  2. musim kapan ini terakhir update…kkk
    *brb bersihin sarang laba2*
    awal paragraf kyu imut amat yah pgn nyubit…
    gw suka tuh bun kutipan khalil gibran yg tercantum(?) diatas :”)
    niceeee….

  3. Wahh jungsoo oppa kelepasan ngmng. Kr2 reaksi kyu gmn ya? Dy khn syg bgt sm ayah tirinya yg ud mninggal itu. Smga ibu nya kyu jg gpp. Update soon ya thor. ^^

  4. Oommggg!!! Jungsoooo!! Aaaaaaaaa
    Bagus deh pake keceplosan segala *slap* aduh kyu jangan marah lagi ya sama mommy nya kalo rahasia ‘ayah’nya nanti kebongkar u,u
    Update buruan thoorr

  5. #Dorrr~ leeteuk keceplosan.. Hayooh.. Kyu pasti maksa ngasih tau kebenarannya. Kkk xD
    Kyu udah ga marah tuh ma mommy-nya, tapi kalo tau tentang ayahnya..

    Update soon~ ^^
    hwaiting !

  6. aku telaaat bngeet masa ~_~

    ahh, aku slalu kehabisan kt2 kalo mau coment epep bs nya Unnie,

    rasanya apa yah, heumm gtw dah, suusah ngejelasinya, pkokny aku Suuukaaa . . . . niceee epep , berharap kyuhyun baikan sm ibuny, tp aku jg gak mau kyu pisah dr hyungdeull nya, udah terlanjur sayaang sm mereka, dan sepertinya 1 rahasia akan terungkap again???

    suka sm kt2 tentang “ibu” …

  7. update juga….
    akhirnya../cekek authornya ㄱㄱ/

    typo ya? gayakin ini typo atau disengaja yg bagian ‘kemeja peach dilumuri banyak banyak darah’ u,u kk
    dan..sayangnya pendek /tendang/
    next chapt, request gamacem2 kok cuman lebih panjang dan update cepet hohoho
    ditunggu~!^^

  8. wah wah wah..saiia telat mulu baca’a -,-
    huaaa..paling suka pas adegan kyuteuk,jdi inget sma moment mreka di ss3 yg kyu di gendong sma teukkie oppa u,u
    jdi kecurigaan kyu itu masalah ayah’a ? pantes aja Hae sma Yeye berusaha tenang gitu ngmong’a,tpi mlh leeteuk oppa yg keceplosan .
    aigoo..
    ahaha typo ? aku ga ngeh ada typo di mana,asal baca aja XD
    pendek ?? ngga jg,lumayan :p
    kekeke

  9. *mmmm.. Sedang ngebayangin kyuhyun yg manja spt anak kecil.. lol..
    Ini udah lumayan panjang, tapi aku masih kurang bacanya, hehhe.. Gmn tuh?
    Tenang, aku gak bakal ceramah kok..
    I’m waiting the next chapter :)

  10. Aissss tebecenya itu rasanyaaaa errrrr….

    Si kyu udah mulai mencemaskan eomma nya yaaa… Seneng rasanya..
    Dan apakah nanti teuki bakalan bohongin kyu atau mengatakan yg sebenarnya?????
    Hufttt penasaran penasaran….

  11. Annyeong :-D naneun reader baru nih*gag ada yg nanya -_-”
    baru nemu(?), baru baca, n baru comment nih*plakk xD
    mian ya, naneun gag komen dr chapter 1 ? Suka bgt ama critanya,, ini jg bkan cerita pasaran(?). Pkoknya, keep writing n lanjut nya jg jgn lama2*plakk xD

  12. aaaaaaaaaa kenapa tbcnya semacam……
    nanggung sekali?????
    aaaaaaa kenapa ini semua sungguh membuat penasarannn?????
    aaaaaaaa aku harus apaaaa??
    aaaaaaa author ayo buat jo gyuhyun menderitaaaaaa…..
    aaaaaaa aku sangat amat menunggu next chapnyaaaaaaaaa ;))))

  13. Ini masih lama kah lanjutannya? . . Ff ini bermakna sekali . . Terharu aku bacanya . . Penasaran apa yg akan kyu lakukan setelah tau ayah kandungnya . . Padahal kyu udah membuka hatinya untuk ibunya . . Maaf baru bisa review . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s