Destiny (Chapter 8)

image

Kyuhyun menatap gemericik hujan dari balik jendela kamarnya. Alunan indah lullaby yang dihasilkan dari speaker laptopnya menambah suasana hati Kyuhyun kian sendu. Ini sudah hari kelima ibunya ke luar dari rumah sakit, dan saat ini wanita cantik itu membutuhkan waktu seminggu untuk masa pemulihan pasca kecelakaan yang menimpanya di lokasi syuting.

Pikiran Kyuhyun kembali melayang, entah sudah berapa kali ia memikirkan tentang keputusannya untuk meninggalkan ketiga hyungdeulnya dan menetap di Milan bersama ibunya -dan mungkin bersama lelaki yang Kyuhyun kenal sebagai manager ibunya- Oh tentu saja lelaki muda itu selalu berprasangka bahwa ada hubungan khusus yang terjalin antara ibunya dan sang manager. Kyuhyun bukan lelaki polos dan tak akan pernah bisa merasa cuek terhadap ibu kandungnya sendiri.

“Kyuhyunnie” Kyuhyun terperanjat mendengar suara panggilan yang dikenalnya, ia tersenyum kikuk melihat sang kakak tengah menatapnya lembut.

“Maaf aku masuk tanpa izinmu, kau terlalu asik dengan lamunanmu, aku mengetuk pintu dan memanggilmu berulang kali tapi tak ada sahutan apapun” jawab Donghae sambil meletakan nampan di atas nakas.

“Jung Soo hyung membuat pudding strawberry, aku pikir kita bisw menikmatinya berdua di sini” ujar Donghae lagi

Kyuhyun tersenyum melihat gelagat Donghae yang agak canggung padanya, ia berdiri lalu menggandeng lengan Donghae dan menyuruhnya duduk di single bed nya.

“Hyung sayang padaku ‘kan?” Kyuhyun menatap Donghae lembut, mengusap punggung tangan sang hyung yang terasa hangat.

Donghae tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Kyuhyun.

“Kalau hyung sayang padaku, kenapa hyung bersikap seperti itu? aku ‘kan adikmu” Donghae menghela, sejurus kemudian diusapnya pipi Kyuhyun yang pucat

“Aku hanya ingin membiasakan diriku bila kau sudah pergi ke Milan” lanjut Donghae. Kyuhyun tau memang berat menjadi Donghae, karena ia pun merasakan hal yang sama seperti kakak termudanya itu.

“Sudah beberapa hari ini hyung menghindariku, bahkan hyung pergi ke bar tanpaku, dan jika kita bertemu di rumah hyung akan pura-pura sibuk di dalam kamar..aku minta maaf karena membuatmu sedih, hyung”

Donghae sudah akan menangis bila tak ada Kyuhyun saat ini. Ia merasa kecewa terhadap dirinya sendiri karena tak bisa menguasai perasaan dan emosinya sendiri. Ia hanya ingin membiasakan hidupnya tanpa adik kecilnya. Ia juga ingin membiarkan Kyuhyun bahagia, menjalani masa depannya dengan penuh rasa bahagia bersama sang ibu. Tapi Donghae tak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa ia ingin Kyuhyun bahagia dengan tidak meninggalkannya.

“Maafkan aku, Kyu..aku benar-benar bingung harus bagaimana”

“Donghae hyung..aku sayang padamu” Kyuhyun berseru manja dan menubruk tubuh Donghae lalu dipeluknya erat. Donghae tersenyum haru, setitik airmata jatuh dari kedua matanya

“Puddingnya sudah memanggil kita, ayo lekas kita habiskan” bisik Donghae sembari menepuk punggung Kyuhyun. Bukankah persaudaraan akan semakin erat jika kita mengutarakan apa yang kita rasakan daripada harus mengurung dan memendam rasa gelisah sendiri?

***

“Bagaimana keadaan Kyuhyun, Donghae?” Jung Soo melontarkan pertanyaan pada Donghae yang baru ke luar dari kamar Kyuhyun. Pemuda tampan itu meletakkan nampan lalu duduk berhadapan dengan sang kakak di kursi makan.

“Lebih baik dari sebelumnya, hyung.. Ia masih sering melamun” jawab Donghae dengan wajah muramnya.

“Hyung, syuting dan kegiatan segala macam dimulai pertengahan bulan ini ‘kan?” Jong Woon yang baru saja selesai mandi, ikut serta dalan pembicaraan antara kakak dan adiknya itu.

Jung Soo mengangguk “memang ada apa?”

“Kita berlibur” Jong Woon melambaikan empat tiket pesawat dan tertawa renyah melihat kedua pemuda di hadapannya bingung.

“Hyung serius??” Donghae melompat kegirangan lalu mengambil tiket pesawat dari tangan Jong Woon.

“Ya! Jung Soo hyung ini tiket asli! kita benar-benar liburan!! yuhuuuuu London!”

“Donghae, hentikan tingkah konyolmu! astaga! terserah kalian sajalah, aku ikut kemana kalian pergi” Jung Soo menggelengkan kepalanya melihat kedua adiknya yang berteriak senang, hingga Kyuhyun ke luar dari kamar untuk mengetahui keributan apa yang terjadi.

“Ya! Kyuhyunnie! kita liburan! London!” Kyuhyun yang masih dalam masa transisi -ada apa sih sebenarnya- terlihat bingung dan menyunggingkan senyum aneh untuk menanggapi Donghae. Kakaknya yang ini memang luar biasa.

***

“Jadi kita akan ke London besok, hyung?” Kyuhyun masih tak percaya dengan ide gila Jong Woon.

“Yes, Kyuhyunnie..besok pukul lima pagi kita berangkat dari sini ke bandara. Jadi malam ini persiapkan barang kalian dan tidur agar besok merasa lebih segar” jawab Jong Woon

“Adikku memang gila” Jung Soo memijit pelipisnya, ia kembali dibuat takjub oleh ide Jong Woon.

Jong Woon hanya tertawa lepas melihat sang kakak menggelengkan kepalanya berulang kali melihat tingkahnya yang nekat.

“Apapun bisa kulakukan, hyung” Jong Woon menanggapi

“Jong Woon hyung benar-benar keren!” puji Kyuhyun yang diberi anggukan setuju oleh Donghae.

“Terserah..aku mau mengepak barangku untuk besok. Kalian lebih baik cepat bereskan barang yang diperlukan untuk besok..dan kau kyuhyunnie, tak ada games untuk malam ini! kau harus tidur!”

Donghae dan Jong Woon menahan tawanya “laksanakan, Jung Soo hyung” dan Kyuhyun beranjak memasuki kamarnya dengan langkah lunglai.

“Gomawo, Jong Woon hyung” Donghae menatap Jong Woon yang tersenyum lembut padanya.

“Ini bukan apa-apa, Donghae..semoga Kyuhyun menyukai liburan kali ini, aku hanya bisa memberikan ini untuk Kyuhyun” dan Donghae memeluk erat sang kakak yang baru saja meneteskan air matanya.

***

Kyuhyun bersenandung kecil pagi ini. Ia menggenggam neckpillow berbentuk badzt maru berwarna hitam-kuning, ia mengayunkan kedua kakinya sambil menunggu pesawat yang akan lepas landas. Kyuhyun sesekali tertawa kecil melihat Donghae yang mengerang kesal karena kalah bermain games. Jung Soo dan Jong Woon hanya menggelengkan kepalanya melihat Donghae yang suka memukul paha dan lengan Kyuhyun sebagai gerakan refleks karena kalah bermain.

“Kyuhyun bisa memar-memar kalau kau terus memukulinya, Donghae” ucapan Jung Soo membuat Donghae menghentikan aktivitasnya, Kyuhyun tertawa geli melihat wajah kesal Donghae.

“Aku tidak peduli, hyung! Kyuhyun memainkan PSP ku tanpa izin, jadi level ini sudah terlalu sulit untukku, dan aku selalu kalah, jadi anak itu harus mendapatkan balasannya” balas Donghae masih dengan mempoutkan bibirnya.

Ketiga saudaranya tergelak mendengar penuturan Donghae.

Aku ingin selalu bersama kalian, hyungdeul

“Jangan melamun, pesawat akan take off sebentar lagi, ayo!” Jung Soo menepuk pelan pipi Kyuhyun, membuat Kyuhyun mengalihkan atensinya pada sang kakak. ia lalu beranjak dari duduknya, memasang bantal leher favoritnya pada leher lalu mengikuti ketiga kakaknya yang sudah jalan lebih dulu. Kyuhyun tersenyum riang, ia akan menikmati liburan kali ini. Tak akan ia sia-siakan waktu senggang bersama ketiga kakak tak sedarahnya itu.

Keempatnya mulai masuk ke dalam pesawat kemudian mencari number seat masing-masing. Donghae satu seat dengan Jong Woon, sedangkan Kyuhyun dengan Jung Soo. Setelah pramugari mempraktekan tata cara memakai seatbelt dan pelampung dalam keadaan darurat, semua penumpang kembali pada kegiatannya masing-masing. Pesawat siap lepas landas.

Donghae membuka laptopnya, kemudian kembali memainkan games yang belum sempat ia tamatkan. Jong Woon, Jung Soo dan Kyuhyun lebih memilih untuk mendengarkan musik dari ipod nya.

drrrtt..drrtt..

Jung Soo mengambil ponsel dari dalam saku celananya, ia menepuk dahinya sendiri karena lupa mengaktifkan “flight mode” pada androidnya. Dengan cepat ia membaca nama pengirim pesan.

From. Mr. Seung Hwan

Jung Soo-ya, tolong jangan biarkan Kyuhyun membuka internet untuk saat ini. Gosip tentang hubunganku dan ibu Kyuhyun mulai beredar di internet. Terima kasih, nak
selamat berlibur di London.

Jung Soo terbelalak, dilihatnya Kyuhyun yang tengah memejamkan kedua matanya. Sejurus kemudian ia mem-forward pesan singkat dari ayah kandung Kyuhyun kepada Donghae dan Jong Woon, lalu mematikan ponselnya dan menyusul Kyuhyun ke alam mimpi.

***

“Block semua situs mengenai berita itu, kalau perlu kalian bayar para wartawan dan media!” Seung Hwan berkata marah pada beberapa anak buahnya, ia tak menyangka bahwa wartawan menyelidiki dari hal mengantar Hanna melakukan check up di rumah sakit hingga mengikutinya di apartemen miliknya bersama Hanna. Berita itu tersusun secara rapi dan melibatkan nama Kyuhyun di dalamnya.

“Kau tenanglah dulu, dinginkan kepalamu, anak buahmu akan menyelesaikannya dengan baik” Hanna berujar pasrah, ia tak tau harus berbuat apalagi saat ini.

“Bagaimana bisa tenang, Hanna-ya? Kyuhyun bisa…”

“Ssssttt..tenanglah, anak itu dalam pengawasan ketiga kakakknya, lagipula Jong Woon bilang mereka sedang berlibur di London, dan kupastikan Kyuhyun akan melupakan dunianya sejenak untuk bersenang-senang di sana”

Seung Hwan mengangguk pada akhirnya “Baru saja aku mengirim pesan pada Jung Soo untuk menghindarkan Kyuhyun dari internet. Aku hanya ingin dia tidak kecewa saat ini. Maafkan aku Hanna-ya”

“Tidak, kau tidak salah. seharusnya aku yang meminta maaf padamu, karena keegoisanku untuk menyembunyikan identitasmu dari Kyuhyun” Seung Hwan memeluk Hanna dengan erat lalu mencium keningnya dengan lembut

“Semua akan baik-baik saja”

***

Jong Woon dan Dong Hae saling berpandangan begitu selesai membaca pesan dari sang kakak.

“Jangan katakan apapun hyung aku ingin tidur saja, aku cukup lelah memikirkannya” Donghae berujar, ia memang pandai menebak raut muka dan kalimat apa yang akan terlontar dari mulut Jong Woon.

“Yaaiiissss! anak ini” Jong Woon mengerang kesal, dibukanya novel terjemahan kesukaannya lalu membaca untuk mengalihkan pikiran kacaunya.

Jung Soo terbangun dari tidurnya lalu memegang tangan Kyuhyun yang terasa dingin. Adiknya itu memang tak tahan pada suhu udara dingin, apalagi tekanan udara di dalam pesawat sangat tinggi, selain terasa dingin juga bisa mengakibatkan sakit pada kedua telinga. Jung Soo membangunkan Kyuhyun untuk memakai jaket dan earcapenya.

“h-hyung” Kyuhyun melenguh

“Udara sudah dingin, kau pakai jaket dan earcapemu dulu, aku tak mau telingamu sakit akibat tekanan udara yang tinggi” Jung Soo mengeluarkan earcape dari kotaknya lalu memberikan pada Kyuhyun yang masih memejamkan matanya.

“Kau ini selalu begitu. minimal kau buka matamu dulu, Kyuhyunnie” Jung Soo menahan tawa melihat Kyuhyun yang memakai jaket dan earcapenya dengan mata tertutup, Kyuhyun mengacuhkan ucapan Jung Soo.

Kyuhyunnie, aku tak ingin kita berpisah

“Hyung?” Kyuhyun memanggil Jung Soo yang tengah menatapnya.

“Kalau masih mengantuk jangan berbicara padaku, lebih baik kau tidur lagi”

“Ya! aku hanya ingin meninjam ponselmu, aku ingin memberi pesan untuk mom..hyung hanya satu kali sms tidak lebih”

“Memang ponselmu dimana?”

“Di atas, hyung pasti tidak mau kalau aku suruh mengambilnya” Kyuhyun menunjuk ‘bagasi’ kecil yang tertutup di atas kepalanya.

Jung Soo hampir saja menjitak Kyuhyun jika tidak ingat saat ini mereka sedang berada di dalam pesawat.

“Setelah itu kembalikan” Jung Soo memperingatkan. Ia hanya tidak ingin Kyuhyun membaca pesan yang dikirimkan oleh Seung Hwan.

“Ne, Hyungie” Kyuhyun tersenyum sangat manis membuat Jung Soo ingin sekali mencubit pipi Kyuhyun yang menggemaskan.

Tak membutuhkan waktu lama untuk mengetik sebuah sms untuk sang ibu, mengabarkan bahwa ia baik-baik saja dan akan bersenang-senang selama di London bersama ketiga kakak tak sedarahnya. Kyuhyun yang baru saja akan mengembalikan ponselnya pada Jung Soo, tiba-tiba ia merasakan getaran dari ponsel Jung Soo. Ia tersenyum ketika ia mengira pesan balasan dari sang ibu, dan ternyata senyumnya menghilang tatkala membaca nama sang pengirim pesan.

From : Mr. Seung Hwan

TBC

***Maaf banget ini telat update, short chapter and typos pasti..next chapter akan aku usahakan lebih baik lagi.

Happy birthday buat Kangin-sshi yang mau ultah, Sukses, long life, Tuhan selalu bersamamu dan Super Junior ♥

Posted from WordPress for Android

Magnae and His Guardian Angel Hyung

yekyu4

- KH : Yesung! Yesung!

YS : *he didnt look back and un aware to Kyuhyun*

KH :*fed up* Yesung hyung!

YS : *looked back to Kyuhyun*( Super Show 4 Taipei)

LOL~ evil kyu, your yesung hyung wants to hear you if u call “hyung”

- YS : K.R.Y is a Super Junior Subgroup who has members arent good at dancing

KH : What ? did you forget about DancingKyu?

YS : hemm.. *facepalm*

Hihi, Yesung-sshi, your magnae is the best magnae.. he has many talents you have known about that..no doubt :P

- Kyuhyun is a lovely dongsaeng for Yesung after Ryeowook and Donghae.

- Kyuhyun always hold Yesung’s hands, if Yesung will bite his nails.

- Yesung said “Kyuhyun-ah, saranghae” at Miracle For U ( Yesung’s radio show)

- Yesung said  “i dont like him! he’s cute (Kyuhyun is)” at The Beatles Code.

- YS : When i felt so tired, He (Kyuhyun) was the first members who was beside me

KH : and i was the first members who said happy birthday to him (Yesung) -The Muzit, Yesung’s TV show-

- When members celebrated Kyuhyun’s birthday at SS4 Taipei, his face full of cake and Yesung was the first hyung who wiped cream cake at Kyuhyun’s face with a towel :)

- Kyuhyun came to Dream Team for cheering up his hyungdeul, so Yesung came to Kyuhyun and Yesung slapped his cheek softly. Maybe he means about thankful or simpatic like this “dont worry you cant join this show”

- Before debut, Kyuhyun was a fan of Yesung :)

- When Kyuhyun got accident at 2007 and he got seriously injured, Yesung cried and said “if you heal, i’ll not be angry anymore though you always making fun for me and you have to wake up”

yekyu3

-When  SS3,Yesung were blowing bubbles at stage, Kyuhyun looked him and came to him, the he was blowing bubbles too with Yesung.

- Kyuhyun always bothers Yesung, while Yesung sing and Kyuhyun always imitate his style.

- When Kyuhyun and Eunhyuk attended Idol Championship, Yesung came and gave the spirit for dongsaeng. Then, Kyuhyun called Yesung to took picture together, Yesung stood with them and hold their hands :)

-Yesung was beside Kyuhyun and sang together, when KRY were shooting MV Fly..maybe he’s really anxuious about Kyuhyun, bcs he got an accident.

Oh god, many YeKyu moment anyway..but i cant write one by one again..hurtless surely :( honestly,  last night i cried when he tweeted and uploaded sapphire blue ocean. i never thought to cry a lot for him, bcs i promise and i have to be the strong fangirl for SJ if they go to enlistment..but, i was touched :( i love you love you love you, Kim Jong Woon.. lets learn your life at camp! you’ll be the best person after 2 years :) Dont be anxious and sad, we are still remembering you.. your kids are safely bcs ELF save them.. back home fastly, boy.. i’ll be missing you..

 take care and stay healthy.. Goodbye and see you next 2 years!

Dreaming Hero ( Chapter 7 )

The songs By :

-          S Club 7 ( Bring it All back )

Don’t stop, never give up
Hold your head high and reach the top
Let the world see what you have got
Bring it all back to you
Dream of falling in love
Anything you’ve been thinking of
When the world seems to get too tough
Bring it all back to you

“Kyuhyuuuun!”

Siwon dan Leeteuk segera berlari menuju atas panggung menghampiri Kyuhyun yang sudah terbaring lemah, para juri dan audiences yang hadir sangat terkejut dengan kejadian yang terasa begitu cepat itu. Siwon dan host segera membantu Kyuhyun untuk duduk, menopang tubuhnya yang benar-benar terasa lemas.

“Kau bawa Kyuhyun ke dalam, biar aku yang mengurus di sini, Siwon” perintah Leeteuk cepat.

Siwon mengangguk kemudian berniat menggendong tubuh Kyuhyun, namun Kyuhyun menolak ia bersikeras untuk tetap berjalan dengan bantuan Siwon. Mau tak mau ia menuruti permintaan Kyuhyun, toh percuma kalau memaksa anak itu.

Dengan perlahan Siwon mendudukan Kyuhyun di sofa panjang, meluruskan kedua kaki Kyuhyun yang menekuk, membuka sepatu kets putih birunya lalu memijitnya pelan.

“Kita ke rumah sakit, hm?”

Kyuhyun menggeleng cepat “Aku akan baik-baik saja, hyung. mungkin tadi terlalu tegang, lemas sekali rasanya sampai sekarang”

“Apa perlu aku meminta ahjussi untuk menambah dosismu obatmu, Kyu?” tanya Siwon lemah, dia benar-benar cemas dan masih shock dengan kejadian beberapa menit lalu.

“Tidak perlu, hyung. aku akan baik-baik saja setelah ini. Oh ya bagaimana penampilanku tadi, hyung?” tanya Kyuhyun.

Siwon tersenyum lebar menampilkan lesung pipinya yang membuat wajahnya semakin terlihat sempurna “nothing to say..excellent!”

Kyuhyun tersipu begitu mendengar ucapan tulus sang kakak.

Suara derit pintu memecah suasana bahagia yang baru saja tercipta, Leeteuk sudah berada di depan pintu bersama dua juri, guru-guru pembimbingnya dan juga dokter pribadi yang menangani Kyuhyun. Kyuhyun mengernyitkan dahinya bingung, semua orang sudah berada di rest room hanya untuk menjenguknya.

“Bagaimana keadaanmu, Cho Kyuhyun-sshi?” tanya salah satu juri pria berkacamata lengkap dengan jas hitam dan kemeja merah maroonnya.

Kyuhyun tersenyum ramah “Sudah lebih baik, Sajangnim” semua mendesah lega mendengar penuturan langsung Kyuhyun. Siwon beranjak dari kursinya untuk mempersilahkan sang dokter memeriksa keadaan Kyuhyun.

“Syukurlah, kami terkejut sekali melihatmu tiba-tiba jatuh seperti itu. Semoga pengumuman beasiswa dua minggu lagi akan membuatmu merasa kembali sehat”

“Terima kasih sajangnim”

Setelah itu dua orang juri dan guru pembimbingnya keluar dari ruangan setelah memastikan keadaan Kyuhyun yang lebih baik. Kyuhyun memandang sang dokter yang tengah mengeluarkan tensimeter dan stetoskop dari tas kerjanya.

“Ahjussi, Siwon hyung ‘kan..”

“Aku yang meneleponnya, Kyu untuk datang. Dokter Kim juga menonton pertunjukanmu tadi, dan mengatakan bahwa kau benar-benar hebat” Leeteuk memutus ucapan Kyuhyun yang belum selesai, ia tau bahwa Kyuhyun akan bertanya ‘kenapa dokter Kim ada di sini’

Kyuhyun memasang wajah sebalnya.

“Jelek! Jangan cemberut!” Siwon mengacak rambut Kyuhyun, diikuti tawa renyah dari dokter Kim dan Leeteuk.

“Maaf, Kyu. Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu padamu” Leeteuk meminta maaf, mengulurkan tangannya untuk mengusap rambut Kyuhyun. ah..Kyuhyun tidak bisa marah begitu saja bila Leeteuk selalu menampakkan wajah malaikatnya.

“Sebagai permintaan maaf, bagaimana kalau hyung mentraktirku? Di ujung jalan sini aku lihat ada restoran samgetyang baru!” sahut Kyuhyun dengan nada manjanya yang khas.

“Makanan lagi? Lagi? Oh baiklah anak manja” jawab Leeteuk sambil mengangsurkan sebotol air putih yang sangat dibutuhkan Kyuhyun.

“Oke, sekarang kau harus berbaring supaya ahjussi bisa memeriksamu” Siwon mengacungkan jari telunjuknya untuk memperingatkan Kyuhyun agar mau menurut perintahnya.

Wajah cerianya berubah menjadi muram, Leeteuk dan dokter Kim hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Kyuhyun yang memang membenci medis.

Kyuhyun merubah posisinya, ia membaringkan tubuhnya dengan nyaman. “Ahjussi, jangan disuntik” Kyuhyun merajuk.

Dokter Kim tersenyum, ia berusaha bersabar jika menghadapi pasien kecilnya yang satu ini. Ia tau bagaimana sifat Kyuhyun dan cara yang tepat untuk membuat Kyuhyun mengikuti perintahnya.

“Tidak sakit kok, Kyu..hanya sebentar oke? kau ingin cepat sembuh ‘kan?” jawab Dokter Kim tenang berusaha meyakinkan Kyuhyun yangm memasang wajah takutnya.

“Siwon hyung…”

“Itu ‘kan sakit, hyung”

“Kyu, jangan manja! Kau ingat bagaimana tadi kau di panggung? Aku tak mau mendengar rengekanmu lagi, oke? ahjussi akan menyuntikmu di rumah setelah acara ini selesai”

“Hy..”

“Aku tak menerima bantahan apapun”

“Sekarang diam, biarkan ahjussi memeriksamu” nada tegas Siwon membuat Kyuhyun, Leeteuk dan dokter Kim kaget. Ini kali pertama Siwon berbicara dengan nada seperti itu pada Kyuhyun. Leeteuk mengelus punggung Siwon tanda ia harus menenangkan emosi yang merasukinya.

Kyuhyun menurut, lalu dokter Kim melakukan pemeriksaan dan memberinya beberapa butir obat untuk diminumnya. Kyuhyun menerimanya dengan enggan, mau tak mau ia harus menelan butir-butir yang begitu dibencinya.

“Oke, istirahat sebentar di sini, aku akan minta izin kepada guru pembimbing dan kepala sekolah agar Kyuhyun bisa pulang lebih dulu” ujar Leeteuk memecah keheningan diantara mereka.

Dokter Kim membereskan peralatan medisnya lalu meminta izin Siwon untuk menunggunya di mobil. Siwon mengangguk lalu duduk di sebelah Kyuhyun yang sedang mentapnya takut-takut.

“Jangan menatapku seperti itu! ah..oke aku minta maaf, Kyu. Aku ingin kau tidak pernah membantah apapun perkataan dokter Kim” jelas Siwon yang sudah mengerti arti tatapan adik kecil yang terbaring di sebelahnya.

“Aku mau pulang sekarang” ucap Kyuhyun tanpa membalas ucapan Siwon.

“Oke kita pulang, aku teleon Leeteuk hyung dulu”

Siwon men-dial nomer kontaknya lalu berbicara singkat dengan Leeteuk, setelah menyelesaikan pembicaraannya, Siwon memutuskan sambungan telepon lalu memapah Kyuhyun untuk keluar gedung menuju tempat parkir.

***

Setelah 45 menit perjalanan menuju kediamannya, Kyuhyun langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur kesayangannya tanpa mengganti pakaian resmi yang dikenakannya, pengaruh obat yang diminumnya tadi benar-benar bereaksi cepat. Kyuhyun merasakan kantuk hebat menyerangnya, bahkan ia sudah tak mempedulikan teriakan Siwon untuk mengganti pakaiannya dulu.

“Ahjussi, maaf merepotkanmu. Kau tau bagaimana Kyuhyun ‘kan?” Siwon menghampiri Dokter Kim yang sedang duduk di ruang tamu, lalu menyuguhkan teh hangat untuk sang dokter yang sudah seperti pamannya sendiri.

Dokter itu tersenyum “santai saja, Siwon. Kalian sudah seperti anakku sendiri jangan bersikap canggung seperti itu. Kyuhyun sudah tidur? Bagaimana kalau sekarang? Aku ada jadwal praktek sore ini di rumah sakit”

Siwon mengangguk, mengiyakan lalu mengajak Dokter Kim masuk ke kamar Kyuhyun yang pintunya tidak terkunci.

Siwon mengguncangkan tubuh Kyuhyun pelan, berusaha membuat Kyuhyun bangun agar bisa melepas jas hitamnya yang masih menempel di tubuhnya. Kyuhyun mengerjapkan matanya perlahan berusaha menyesuaikan penglihatannya dengan sekitar, ia tersenyum sedikit kepada Dokter Kim.

“Ahjussi aku mengantuk sekali, maaf”

“Gwaenchana, tidurlah, aku akan menyuntikmu sebentar, anak manis. Tidak keberatan?”

Kyuhyun menggeleng lalu tersenyum lagi.

Dokter Kim mengeluarkan beberapa cairan botox beserta suntikannya, Siwon yang berada di sisi kanan Kyuhyun mengusap sayang tangannya yang berada di pangkuan Siwon, Kyuhyun kembali memejamkan kedua matanya karena tak tahan dengan rasa kantuknya. Dokter Kim kembali berkutat dengan suntikan yang sudah bercampur dengan cairan yang diraciknya, kemudian mengusap lengan kiri Kyuhyun dengan kapas yang sudah dilumuri dengan alcohol, setelah itu ia bersiap menyuntikkan botox tepat di bagian tubuh yang sudah disterilkan dengan alcohol.

“Siwon Hyung…” Siwon berjengit ketika tangannya diremas kuat oleh Kyuhyun yang sedikit mengerang karena jarum suntik tebal itu menusuk kulitnya.

Siwon mempererat genggamannya berusaha menenangkan Kyuhyun, ia sama sekali tak membuka matanya hanya mengerang dan mengaduh karena sakit.

“Euuhh, sakit hyung” Kyuhyun kembali merintih ketika Dokter Kim mencabut jarum dari lengannya.

“Sudah selesai, Kyu..kembalilah tidur” Siwon mengecup dahi Kyuhyun, berusaha menahan tangisnya setengah mati melihat adik tercintanya tersiksa seperti itu.

“Keadaannya jauh lebih stabil dari bulan lalu, bahkan ini sangat baik, Siwon. Aku harap dia akan kembali pulih walaupun tidak akan seratus persen. Paling tidak penyakitnya dapat kita atasi dengan obat yang biasa ia minum”

“Lalu tadi siang kenapa dia bisa seperti itu?”

“Kyuhyun terlalu tegang, dia memaksa seluruh otot tubuhnya untuk melakukan apa yang dia mau, otot-ototnya tak mampu menerima dengan baik karena terlalu diforsir. Setelah ini ia akan baik-baik saja, aku sudah menyuntikkan botox dengan menaikkan sedikit dosisnya” jelas Dokter Kim yang disambut dengan anggukan paham dari Siwon.

“Ahjussi apa Kyuhyun bisa sembuh?” Siwon bertanya takut-takut.

“Penderita Dystonia bisa dipastikan sembuh tetapi tidak seratus persen, karena beberapa syaraf yang terkait dengan penyampaian impuls di otaknya tak akan berfungsi secara sempurna seperti orang normal lainnya. Kyuhyun akan segera pulih jika dia terus melakukan penyuntikkan botox dan meminum obat antibiotic. Karena kau tau ‘kan seberapa besar pengaruh obat itu dan botox untuk hidupnya? Aku yakin Kyuhyun akan kembali seperti semula walaupun tak akan seperti orang normal pada umumnya” Dokter Kim menepuk bahu Siwon memberi semangat agar ia bisa terus mendampingi Kyuhyun.

“Kyuhyun akan menang kompetisi aku yakin itu, Siwon. Permainannya cantik sekali, yah walaupun aku sangat tidak mengerti musik tapi aku bisa menikmati musik secantik permainan piano adikmu”

Siwon mengangguk kemudian memeluk sang dokter “Gomapda, ahjussi. Aku akan terus berusaha agar Kyuhyun kembali seperti semula walaupun banyak kemungkinan yang akan terjadi”

***

Jarum jam sudah menunjukkan pukul sepuluh lebih lima belas pagi. Remaja berparas tampan itu masih asyik berkutat dengan soal matematika dan fisika di hadapannya. Seringkali ia meletakkan pensilnya di daun telinga hanya untuk berpikir bagaiman memecahkan soal yang sedang dikerjakannya. Kyuhyun sang master matematika dan sains di sekolahnya mampu menyabet medali emas pada ajang olimpiade setingkat SMA nya. Hanya saja seringkali teman-teman dan juga kakaknya heran melihat Kyuhyun yang sama sekali tak jago berbahasa Inggris, alasannya karena ia tak berminat mempelajari bahasa yang bukan bahasanya. Ya Tuhan Kyuhyun…alasan macam apa itu?

“Matematika lagi?” suara tenor milik Siwon menghentikan Kyuhyun mengerjakan soal matematikanya, ia melihat sang kakak yang hanya memakai kaos singlet dan celana pendek.

“Ini sudah dua jam kau mengutak atik pelajaran menyebalkan itu, tidak bosan?”

Kyuhyun menggeleng dengan raut muka yang benar-benar seperti anak berusia lima tahun “Karena aku bosan makanya aku lebih memilih bermain bersama dia” Kyuhyun menunjuk buku matematika tebal di hadapannya.

“PSPmu?”

Kyuhyun menggeleng.

“PS3 ?”

Kyuhyun menggeleng lagi.

“Nintendo mini terbaru yang kemarin kubelikan?”

Sekali lagi Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Siwon terheran-heran melihat tingkah adiknya yang tidak biasa itu.

“Kau gugup karena pengumuman itu?” Siwon bertanya kemudian duduk tepat di hadapan Kyuhyun yang masih memainkan pensil di tangannya.

Kyuhyun mengangguk, Siwon selalu bisa menebak pikirannya. Ah ya..hari ini tepat dua minggu hari dimana pengumuman kelulusan diumumkan, setiap siswa dan siswi bisa mengetahui hasilnya melalui web resmi yang diadakan oleh Tokyo University dan juga mendapat surat resmi dari perwakilan setiap sekolah.

“Kau sudah buka web nya?” tanya Siwon lagi.

“Belum” ucap Kyuhyun lagi.

“Sini biar aku yang buka” Siwon bergegas masuk kembali ke kamarnya bermaksud untuk mengambil laptopnya.

“Ya! Jangaaaan!” Kyuhyun melompat dari kursinya, lalu menarik tangan Siwon dengan cepat membuat pemuda tampan itu menghentikan langkahnya.

“Leeteuk hyung akan memberikan suratnya sendiri padaku nanti sore! Makanya aku tidak buka web dan mencari tau!” ucap Kyuhyun agak kesal.

“Tapi hyung akan tambah gila kalau hyung terus menerus melihatmu kencan dengan soal-soal matematikamu itu!” seru Siwon sambil mencibir.

“Aku saja tidak gila kenapa harus hyung yang gila? Justru aku yang gila melihatmu hanya berpakaian seperti itu! belum mandi dan langsung focus pada pekerjaanmu! Jorok!” Kyuhyun menyeringai membuat Siwon berdecak sebal.

“Mainkan PSP mu, Kyu..aku benar-benar tak tenang jika tidak mendengar suara teriakanmu bermain games sehari ini”

Kyuhyun terdiam, ia tau Siwon sama gusarnya dengan dirinya. Melupakan games adalah hal yang tidak wajar di mata Siwon, karena Siwon tau Kyuhyun akan meninggalkan semua gamesnya jika Kyuhyun benar-benar dalam keadaan tertekan dan benar-benar gelisah.

“Atau kau mau menonton dvd? Hyung temani sampai Leeteuk hyung datang nanti sore”

Kyuhyun memikirkan penawaran yang diajukan Siwon, agak tertarik jika ia menonton dvd. “come on!”

 

“Tapi satu syarat! Aku tidak mau menonton lagi drama Jumong, Dae Jang Geum, Dong Yi dan Embrace embrace the moon apalah itu namanya”

“Bawel! Cepat sana mandi!”

“Tidak! sebelum kita mengadakan kesepakatan untuk tidak menonton drama kerajaan kesukaanmu itu” tolak  Siwon mentah-mentah.

Kyuhyun pasrah “Oke”

Siwon tersenyum, mengacak rambut adiknya kemudian memasuki kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya. Sedangkan Kyuhyun mendudukan dirinya lalu menenggelamkan seluruh pikirannya tentang hasil kompetisi musik itu.

***

Banyak orang berpikiran bahwa suatu kekurangan yang dimiliki itu adalah salah satu penghambat untuk mengembangkan bakat, tapi  bukankah kita tau bahwa Tuhan itu adil ? tidakkah mereka berpikir bahwa semua manusia di hadapannya sederajat? Dan tidakkah mereka tau bahwa Tuhan memberi suatu kekurangan pada makhluknya agar ia bisa membuat kekurangan itu menjadi kelebihan untuk dirinya sendiri?

Kedua kakak beradik itu tengah asyik dengan film yang ditontonnya, dan untuk yang kesekian kali Siwon harus mengalah pada Kyuhyun untuk menonton drama kerajaan Korea yang menurutnya –Siwon- membosankan.

“Kau tidak menepati janjimu”

“Aku tidak mau mengisi otakku dengan drama action, psikopat seperti itu, aku orang baik hyung nanti aku tertular jadi psikopat karena terkontaminasi film-film seperti itu” balas Kyuhyun dengan mata yang masih menatap layar televise

“Tidak ada hubungannya, bodoh!” seru Siwon kesal.

“Sebagai kakak kau harus mengalah pada adik, itu baru  namanya kakak yang baik” Kyuhyun masih menjawab dengan santai”

Siwon tak membalas apapun, kalau sudah berdebat dengan Kyuhyun sudah dipastikan skornya 1-0 untuk Kyuhyun! Siwon meliriknya sebentar memperhatikan Kyuhyun “Dasar bocah”

Ting Tong~

“Kyu, buka pintunya! Itu pasti Leeteuk hyung” Siwon menyenggol lengan Kyuhyun disampingnya.

“Hyung saja”

“Seorang kakak berhak menyuruh adiknya, dan seorang adik jika menuruti perintah kakaknya  termasuk adik yang baik” dor! Kyuhyun terdiam mendengar ucapan sang kakak.

“Satu sama Cho Kyuhyun!” seringaian Siwon membuat Kyuhyun skak mat.

Damn” Kyuhyun beranjak dari sofa sambil menggerutu tidak jelas, sedangkan siwon sedang puas mentertawakan adiknya yang kalah telak darinya.

Dua pasang kaki itu memasuki ruang televisi, lalu menghampiri Siwon yang masih menatap layar kaca dengan kening berkerut tanda tidak mengerti dengan jalan cerita drama kesukaan adiknya yang salah satu pemeran utamanya bernama Dong Yi. Raut wajah Kyuhyun yang tenang sebenarnya menggambarkan ketegangannya saat ini. Dipersilahkannya Leeteuk untuk menempati sofa kosong yang berada di sebelah Siwon.

“Sejak kapan kau menyukai drama seperti ini, Presdir Cho?” Leeteuk menepuk pundak Siwon membuat Siwon melengos mendengar pertanyaan Leeteuk.

“Sejak Kyuhyun lahir, hyung” Leeteuk tergelak membuat Kyuhyun mau tak mau ikut tertawa juga.

“Oke, aku tak mau menyulut api denganmu, Siwon. Kurasa kau sudah cukup kenyang dengan perang dengan adikmu itu setiap hari”

Leeteuk kembali tertawa lepas melihat raut wajah Siwon yang tampak kusut, ia sudah menduga bahwa Siwon pasti sudah menghabiskan waktu seharian ini dengan Kyuhyun untuk menonton film yang jelas-jelas tak disukai Siwon.

“Oke hyung rasanya kau senang sekali mengejekku hari ini. Lebih baik cepat kau selesaikan urusanmu dengan Kyuhyun lalu angkat kaki dari sini” seru Siwon yang tengah berpura-pura marah.

“Baiklah..sepertinya kakakmu sedang badmood, Kyu. Aku hanya ingin memberikan ini padamu. Ku harap kau tak akan merutuki nasipmu”

Hening.

“Maksudmu hyung?” Kyuhyun bertanya dengan raut cemasnya. Detak jantungnya menggila.

“Buka saja” lagi-lagi perkataan Leeteuk membuat kedua kakak beradik itu terdiam kaku, tak berani membayangkan apapun tentang hasil kompetisinya.

Kyuhyun menerima handybag yang berisi amplop berlambangkan Tokyo University, dengan perasaan tak karuan Kyuhyun mengeluarkan amplop itu dan meletakkan handybag  ke lantai begitu saja, Siwon berdiri di samping Kyuhyun berusaha menguatkan anak itu kalau-kalau sesuatu hal yang buruk terjadi. Perlahan Kyuhyun membuka amplop dan mengeluarkan kertas putih yang berada di dalamnya, Siwon dan Kyuhyun menarik nafas lalu menghembuskannya bersamaan.

“Apapun hasilnya itu yang terbaik dari Tuhan” Siwon menggenggam tangan Kyuhyun yang berkeringat dingin.

Kyuhyun mengangguk, mungkin seharusnya sejak awal ia jangan terlalu menaruh harapan tinggi pada kompetisi ini, ia tau keadaannya tak akan bisa mencapai titik keberhasilan yang ia impikan.

Sret. Kertas putih itu terbuka memperlihatkan deretan kalimat berbahasa Inggris yang menyatakan tentang hasil kompetisinya. Walaupun Kyuhyun tidak fasih berbahasa Inggris tapi ia tau maksud tulisan itu

Godness.. Siwon ..hyung”

TBC

thanks for your respect and has given comments in here ^^ idk for silent reader, im only writing it because i want… so sorry,  cause im late to publish it..hope u all always like with my story.. love you my lovely  friends at my blog *hug*

The Arm

“Yobeoseyo”

“Yobeoseyo, Kyuhyunnie” Kyuhyun semakin menajamkan pendengarannya begitu suara lembut yang sudah ia hafal menyapa gendang telinganya.

“Hyuuuung!!!” Kyuhyun melonjak kegirangan dari atas kasurnya lalu duduk di sofa kamar dormnya dengan senyum yang mengembang tak ada habisnya.

“Jangan loncat-loncat seperti anak kecil, Kyu!” Kyuhyun tertawa keras mendengar ledekan sang penelepon, sepertinya kelakuan Kyuhyun sudah sangat dihafal oleh semua hyungdeulnya walaupun tidak bertemu muka.

Kyuhyun terdiam masih dengan senyumnya yang merekah karena kakak tersayangnya meneleponnya untuk yang pertama kalinya setelah sebulan tak melakukan kontak apapun.

“Kyuhyun-ah, kau masih disitu?”

Kyuhyun mengangguk walaupun gerakan kepala itu tak bisa dilihat sang penelepon “Ne, hyung”

“Bagaimana kabarmu, Kyu? Tanganmu  sudah diobati?” Kyuhyun terperangah mendengar pertanyaan terakhir hyungnya itu.

“Bagaimana kau tau, hyung?” Kyuhyun bertanya sambil meraba luka memar yang berada di lengannya karena terjatuh dari kursi ketika sedang bermain games.

“Walaupun aku sedang militer, tapi aku selalu tau apa yang dilakukan adik-adikku..jangan seperti anak kecil lagi Kyuhyunnie, itu membahayakan dirimu. Masih terasa sakit sekali yah?”

Kyuhyun rasanya ingin sekali memeluk sang penelepon yang sedang mencemaskannya seperti itu, walaupun sedang bertugas untuk negara tapi leader tercintanya menyempatkan waktu untuk meneleponnya malam-malam dan hanya untuk menanyakan kabar lengannya yang terluka.

“Teuki hyung tak usah cemas, ini memang sakit bahkan sekarang tampak ungu, hyung. hyungdeul bilang, kalau lukanya akan sembuh dalam jangka waktu lama yah minimal dua minggu” suara Kyuhyun terdengar merajuk di telinga Leeteuk. Kyuhyun memang seperti itu mudah sekali merajuk padanya. Ah Leeteuk benar-benar merindukan magnaenya itu.

“Makanya, kalau waktunya istirahat kau lebih baik tidur, tidak usah mengurusi games mu itu. jadwalmu padat ‘kan? Kau baru pulang dari Yokohama lalu harus konser lagi di Singapur dan Thailand. Besok-besok kau harus ingat, utamakan istirahat!” seru Leeteuk dengan nada tegasnya. Ah, Leeteuk masih saja memikirkan kesehatan Kyuhyun daripada dirinya sendiri.

Kyuhyun tersenyum mendengarnya, rasanya sudah lama sekali ia tak mendengar celotehan sang leader.

“Memarnya sudah diobati?” Leeteuk berucap lagi.

“Sudah hyung, Sungmin hyung yang mengoleskan salep loh” ucap Kyuhyun bangga. Leeteuk tertawa mendengar nada bangga Kyuhyun. semua member tau kalau Sungminlah yang sangat dekat dengannya dan begitu memperhatikan Kyuhyun secara detail.

“Kau tidak bisa mengobatinya sendiri? Aiisss..manja” ledek Leeteuk sambil terkekeh.

“Selama ada Sungmin hyung untuk apa aku melakukan hal-hal seperti itu sendiri? Lagipula Sungmin hyung senang memperhatikan aku kok” balas Kyuhyun membuat Leeteuk semakin mengencangkan tawanya.

Kyuhyun ikut tertawa, rasa lelahnya hilang begitu ia sudah berbicara dengan leader yang dirindukannya.

“Leeteuk hyung kenapa belum tidur? Ini sudah malam”

“Belum mengantuk, Kyu. Aku baru selesai merapikan pakaianku dan berniat meneleponmu. Semua member baik-baik saja ‘kan?

“Tentu hyung! walaupun jadwal kami padat, tapi kami benar-benar semangat! Ah ya dan Jumat ini Super Junior akan live perform di Hongkong untuk acara MAMA Mnet. Hyung jangan lupa menonton yah kalau disiarkan langsung”

“Pasti! Ah aku akan menjadi ELF di camp, Kyu! Aku akan berteriak melihat kalian tampil di panggung seperti halnya ELF lain” ucap Leeteuk bersemangat.

Ada jeda setelahnya, mereka berdua terdiam. Semakin banyak yang ingin diungkapkan dan diceritakan maka semakin bingung untuk mengungkapkannya. Mungkin suatu hari mereka haryus bertemu untuk melepas rasa rindu yang seringkali membuat  keduanya sesak.

“kyuhyunnie”

“Hmm”

“Tidak, aku hanya ingin memanggilmu”

“Kyuhyunnie” panggil Leeteuk lagi. Ah kenapa jadi seperti ini? Melankolis, dengan suasana dingin dan sepi seperti ini perasaan ingin memeluk Kyuhyun semakin bertambah.

“Leeteuk hyung, aku rindu padamu. Rindu sekali” menyerah. Kyuhyun menyerah. Ia benar-benar sudah tak bisa menahan rindunya.

“Aku juga, ketika aku lihat kau meng-update twitter tentang lenganmu, aku ingin sekali mengobatinya dan yang pasti aku ingin menjewer telingamu supaya tidak bertingkah seperti anak kecil lagi” ucap Leeteuk sambil tertawa untuk meredakan suasana melankolis yang sudah menyelimutinya.

Mau tak mau Kyuhyun terkekeh juga, sudah mendengar suara Leeteuk saja dia sangat bersyukur.

“Sudah malam, kau harus tidur”

“Dengan satu syarat hyung” Leeteuk mengerutkan dahinya yang tentu saja tak dapat dilihat oleh Kyuhyun.

“Apa itu?”

“Nyanyikan lagu doll yang kau nyanyikan dengan Yesung hyung” Leeteuk mendesah.

“Suaraku tak seindah suaramu, nanti kau mengejekku”

Kyuhyun tersenyum kecil “Tidak akan hyung, aku sudah mengantuk dan aku ingin Leeteuk hyung menyanyikan lagu itu untukku”

“Oke baiklah, selamat malam Kyuhyunnie, semoga kita bertemu di alam mimpi” .

“Selamat malam Leeteuk hyung, saranghae” dan nyanyian Leeteuk mengantarkan Kyuhyun ke alam mimpinya yang indah. Setidaknya bertemu di dalam mimpi lebih baik ‘kan daripada tidak bertemu sama sekali?

END

drabble? oneshoot? ga tau apaan yang penting ini cerita penghibur disaat mager menyerang hari ini.. LOL ~ judul ngga nyambung, cerita gaje..  just remember about kyu’s arm yang jatoh dari kursi trus memar..wkwkwk kyu kyu plis dont be like a kid, u make me crazily~~

Dreaming Hero ( Chapter 6 )

The songs by :

-          Mariah Carey feat Whitney Houston (When U Believe )

-          Sean Paul ( Hold on )

-          Josh Groban ( You Raise Me Up )

There can be miracles
When you believe
Though hope is frail
It’s hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve
When you believe
Somehow you will,
Now you will
You will when you believe

 

Siwon memijat pelan keningnya yang terasa sakit, sudah seharian ini ia tak mampu memfokuskan dirinya pada pekerjaan, sejak kejadian Kyuhyun kemarin ia semakin stress. Entah apa yang dipikirkan adiknya itu hingga tiba-tiba memutuskan untuk berhenti dan menyerah sebelum berperang. Siwon menutup muka dengan kedua tangannya menghilangkan rasa penat yang melandanya, rasanya ia ingin sekali menangis kencang hari ini, mengeluarkan berbagai macam perasaannya yang menjadi satu. Sesak hanya itu yang dapat ia rasakan sekarang, bahkan ia sudah tak tau lagi bagaimana caranya bernafas.

“Siwon hyung” Siwon menoleh ke asal suara yang sangat ia hafal. Ia tersenyum menyambut Kyuhyun yang memasuki ruangan kerjanya. Ingat ‘kan semenjak Kyuhyun kolaps, Siwon memilih bekerja di rumah agar ia bisa memantau keadaan Kyuhyun setiap hari.

“Ini jahe merah hangat untukmu, aku membuatnya sendiri. Kau terlihat lelah, hyung” Kyuhyun berkata kemudian tangannya meletakkan cangkir berisi jahe di atas meja kerja Siwon.

Sang kakak tersenyum lalu menyuruh adiknya mendekat , Kyuhyun menautkan kedua alisnya tampak heran melihat air mukanya berubah suram.

“Boleh hyung memelukmu, Kyu?”

“Sejak kapan kau meminta ijin terlebih dulu, hyung? biasanya juga langsung tubruk” canda Kyuhyun.

Tak ada jawaban apapun dar Siwon, ia bangkit dari kursinya lalu mendekap erat Kyuhyun yang berdiri di hadapannya, ia menangis, menangis mengeluarkan perasaan sedihnya yang sudah menghujam hatinya, ia sangat tak ingin melihat hidup Kyuhyun berakhir di kursi roda dan mematikan imipiannya menjadi seorang pianis. Kyuhyun terdiam, tangannya tak bergerak sedikitpun untuk membalas pelukan sang kakak. Ia merasakan kesedihan itu tapi ia bertekad untuk memutuskan harapannya dan menjadi seorang Cho Kyuhyun yang tidak pernah memiliki mimpi apapun.

“Rubahlah keputusanmu, masih ada kesempatan lima hari lagi, Kyu” Kyuhyun tak bergeming.

“Kumohon..aku akan melakukan apapun yang kau mau asal kau ikut kompetisi itu”

Tak ada sahutan lagi dari Kyuhyun, ia hanya diam mendengarkan sang kakak yang terus berbicara dengannya.

“Ini bukan saatnya untuk menyerah, Kyu. Kau akan kalah jika tetap mempertahankan keputusanmu”

***

It is done I’ll see you there
I know you’re well prepared
Put aside all your plans
God will answer all your prayers
My team that no one cares,
Been working hard for years
Keep climbing up the stairs
Gotta know that you already there
Blood, sweat and the tears now
None of them can take the shares now

Derap langkah kaki itu memecah keheningan lorong sekolah elit itu, kakinya yang jenjang dengan santainya melangkah menuju area lapangan basket yang masih sepi dikarenakan jam masuk sekolah masih sekitar 2 jam lagi. Wajar ‘kan kalau suasana sekolah itu masih sangat sepi? Remaja berseragam olahraga itu men-drabble bola basket lalu memasukkan ke dalan basket ring berulang kali., selama sejam ia terus menerus melakukan itu, men-drabble, lay up, dan meng-shoot bola. Sepuluh menit kemudian ia menghentikan permainannya dan memilih duduk di lapangan, padahal salju sedang menguasai Korea Selatan bulan ini.

“Hanya orang bodoh yang melakukan hal bodoh di musim salju seperti ini” suara hardikan yang Kyuhyun kenal mengharuskannya menghembuskan nafasnya kasar.

“Suhu tiga derajat celcius dan kau lebih memilih bermain basket daripada berada di dalam kelas” sambung Leeteuk lagi.

Kyuhyun tak bergerak sedikitpun dari posisinya, ia mengacuhkan ucapan Leeteuk yang berdiri di depannya sambil mengulurkan jaket tebal untuknya.

“Pakai ini dan ke ruanganku sekarang kau perlu menghangatkan tubuhmu. Aku tidak mau anak didikku tak jadi ikut kompetisi karena sakit demam atau flu”

“Berhenti mempedulikanku” ucap Kyuhyun dingin.

Leeteuk yang hendak berjongkok mengambil posisi yang sama dengan Kyuhyun mengurungkan niatnya,

“Berhenti dari sekarang, kau tak berhak mengatur hidupku” kalimat itu mampu menyayat hati Leeteuk, ia tak pernah mengira bahwa Kyuhyun akan tega mengatakan kalimat seperti itu.

“Kau benar-benar tak bisa menghargai orang lain, Kyuhyun-sshi”

“Kau sama sekali tak melihat bagaimana kakakmu sendiri berdoa sepanjang hari hanya untukmu, bekerja keras di perusahaan hanya untuk membiayai kesembuhanmu, kau tak pernah tau bagaimana pengorbanan orang yang menginginkanmu sembuh, kau benar-benar tak pernah paham perasaan kakakmu sendiri. Kau pengecut Kyuhyun-sshi. Kalah sebelum berperang” ucam Leeteuk tajam. Lelaki muda di hadapannya tak menyahut, ia menahan amarahnya, giginya bergemeletuk antara marah dan kedinginan yang menjadi satu.

“Kau benar-benr tak pernah bisa memahami perasaan Siwon, jatah tidurnya berkurang hanya untuk menyibukkan diri dengan pekerjaannya agar ia bisa melupakan sedikit masalah tentangmu. Kau juga tak pernah tau ‘kan kalau Siwon melupakan jadwal makannya karena lupa waktu akan pekerjaannya? Kau tak pernah lihat bagaimana wajah Siwon akhir-akhir ini. Kau bisa membunuhnya secara perlahan, kau menyakitinya, padahal ia sudah berusaha sekuat tenaga menopangmu agar kau bisa mencapai mimpimu”

Kyuhyun tertegun, semua yang diucapkan Leeteuk memang benar adanya, ia tak pernah memahami perasaan sang kakak yang hancur karena keputusasaannya.

“Kalau itu maumu, aku akan berhenti seperti yang kau minta” kalimat terakhir Leeteuk membuat Kyuhyun terhenyak, rasa penyeselan menyeruak di hatinya. Ia sudah melukai dua orang terdekatnya, dua orang yang terpenting dalam hidupnya. Leeteuk menjauh, berjalan kembali menuju ruangannya dan membiarkan Kyuhyun tetap dengan pemikirannya sendiri.

“Tuhan, semoga caraku kali ini tepat untuk membangkitkan semangatnya lagi. Maafkan aku Kyuhyun”

***

“Tuhan itu tak pernah tidur, Tuhan akan senantiasa mengulurkan tangannya untuk mereka yang benar-benar berserah diri padaNya. Tuhan tau batas kemampuan umatnya menyelami kehidupan. Tuhan itu sutradaranya, dan kau adalah pemeran utama  script ny. Cita-citamu tinggi, bukan? Raihlah selagi kau mampu. Tuhan dan keajaiban itu benar-benar nyata, anakku”

Sekelabat ucapan sang ayah berkeliaran di dalam otaknya, ucapan terakhir sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhirnya. Kyuhyun menulis sesuatu dalam jurnal pribadinya, menyampaikan berbagai macam perasaannya pada kertas putih bergaris itu, setelah puas mencurahkan isi hatinya, Kyuhyun melakukan kegiatan rutin yang selalu ia kerjakan pada malam hari sebelum tidur, membaca bible.

“Selesai” Kyuhyun bergumam lalu menyimpan bible miliknya di atas meja tulisnya yang rapi, ia hidup dalam lingkungan keluarga yang agamis, tak pernah ia lupakan untuk membaca bible atau pergi ke gereja. Matanya mulai meredup setelah ia meminum obatnya sejam yang lalu, cuaca dingin sangat berpengaruh untuk kondisi tubuhnya, maka dari itu ia harus mengkonsumsi obat penyembuh Dystonia dan juga suplemen tambahan. Kyuhyun bangkit dari duduknya kemudian menidurkan tubuhnya yang mulai lemas di atas kasur kesayangannya, disaat yang bersamaan Siwon masuk ke dalam kamar Kyuhyun untuk sekedar mengecek keadaan adiknya itu.

“Hyung” Kyuhyun tersenyum simpul lalu menutup matanya yang sudah terasa berat karena mengantuk, Siwon duduk tepat di sebelah Kyuhyun lalu membalas senyuman kecil itu.

“Sudah minum obat dan vitaminmu?”

“Hmm” jawabnya sambil mengangguk mengiyakan.

Siwon kembali tersenyum, lalu menyelimuti tubuh jangkung adiknya, mengusap kepalanya sayang dan terakhir mengecup dahinya.

“Hyung” suara serak Kyuhyun memanggil Siwon yang masih setia duduk di kasurnya.

“Ya?”

“Hyung mau memaafkanku ?” Kyuhyun membuka matanya yang memerah.

“Untuk apa? Kapan kau berbuat salah padaku, hm?”

“Aku mengecewakanmu” lanjut Kyuhyun yang masih memaksakan matanya untuk terbuka dan berbicara dengan sang kakak.

Pria tampan itu tersenyum, menatap dalam manik indah sang adik “jangan berbicara begitu. Kau sudah mengantuk, tidurlah, besok pagi kita lanjutkan”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya, tangannya menggenggam erat pergelangan tangan sang kakak, ia enggan melepaskan sebelum menyelesaikan kalimatnya yang belum tersampaikan.

“Besok aku akan mulai berlatih lagi, aku akan menggapai impianku” Kyuhyun tersenyum, senyum tulus untuk sang kakak. Siwon diam, jujur saja di dalam hatinya ia merasa sangat senang, tapi jika itu menyiksa adiknya untuk apa semua itu dilakukan?

“Hyung tidak senang mendengarnya? Apa aku sungguh mengecewakanmu?” Kyuhyun panik, ia bangun dari tidurnya mengubah posisinya menjadi duduk, seketika rasa kantuk yang melandanya menghilang melihat raut wajah Siwon yang sama sekali tak terbaca, Siwon hanya memandangnya tanpa ekspresi.

“Jangan memaksakan diri, jika keputusanmu kemarin adalah yang terbaik, hyung tidak bisa berbuat apa-apa” hati Kyuhyun mencelos mendengarnya, ia salah menebak kalimat apa yang akan keluar dari mulut sang kakak.

“Tidak hyung! aku serius sungguh! Aku benar-benar ingin melanjutkannya, aku tak akan menyerah lagi. Aku janji, hyung. aku janji, Siwon hyung”

Siwon tersenyum lebar, menangkup kedua pipi Kyuhyun yang mulai berisi “Aku senang mendengarnya, mulai sekarang aku tak akan menuntutmu lagi, aku akan mendukung apapun keputusan yang kau buat”

Kyuhyun tersenyum riang memainkan jari jemari Siwon yang masih menangkup pipinya “Siwon Hyungku benar-benar baik! Aku beruntung memiliki kakak sepertimu”

Ready for your competition? Lets do your best!” Siwon berseru, semangatnya yang membara membuat sang adik tertawa.

“Lets sleep! Matamu sudah merah, captain”

 

Tuhan akan selalu memberi jawaban atas segala doamu ‘kan? Entah cepat atau lambat segala cobaan yang membelenggumu, akan selalu ada cara ntuk memecahkannya, dan Tuhan akan selalu bersama para hambanya. Benar begitu?

When I am down and, oh my soul, so weary
When troubles come and my heart burdened be
Then, I am still and wait here in the silence
Until you come and sit awhile with me

You raise me up, so I can stand on mountains
You raise me up, to walk on stormy seas
I am strong, when I am on your shoulders
You raise me up… To more than I can be

***

Siwon meletakkan berkas-berkas yang sudah ditandatanganinya di meja kerjanya, ia menelepon sekretarisnya untuk mengambil berkas itu ke rumahnya. Hari ini senyumnya kembali merekah, memancarkan segala perasaan hatinya yang bahagia. Semangat kerjanya meningkat, tenaganya kembali terisi, efek Kyuhyun benar-benar mengembalikan semangat hidupnya yang mati beberapa hari lalu.

“Ehem, presdir Cho yang satu ini terlihat bahagia sekali” teguran halus itu menyadarkan Siwon dari dunia kerjanya, ia mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Dilihatnya Leeteuk sudah berdiri gagah di depannya tanpa sepengetahuan Siwon sebelumnya.

“Leeteuk hyung!” Siwon menghampiri Leeteuk dan langsung memeluknya erat, seolah sudah bertahun-tahun tak bertemu.

“Hey hey hey! Ada apa denganmu? Apa tendermu menang? Atau kau mau membuka cabang perusahaan lagi?”

“Lebih dari itu hyung!” ucap Siwon riang.

“Lalu apa? Sekretarismu ganti jadi perempuan muda cantik dan sexy?” tebak Leeteuk asal.

“Hyung!” Siwon berteriak kesal mendengar ucapan Leeteuk yang menggodanya.

“Lalu apa?”

“Tebak”

“Daritadi aku sudah menebak, bodoh!”

“Pasti kau juga akan senang mendengarnya. Ini tentang Kyuhyun”

Leeteuk tersenyum, ah sebenarnya ia sudah tau dan bisa menebak, tak ada hal lain yang dapat membuat Siwon sebahagia ini kalau bukan karena Kyuhyun.

“Kau tau hyung? Kyuhyun akan ikut kompetisi” Siwon dan Leeteuk tersenyum bersamaa, tersirat rasa kelegaan dalam pancaran wajah dari keduanya. Leeteuk berulang kali mengucap syukur, usahanya untuk membentak Kyuhyun kemarin pagi membuahkan hasil. Ia yakin Kyuhyun tak benar-benar ingin menggagalkan impiannya, cita-cita yang telah lama Kyuhyun idamkan tak akan pudar dalam sekejap.

“Aku merasa hidup kembali, hyung. lebih baik dia menjahiliku daripada harus seperti itu”

“Adikmu sebenarnya mudah dibujuk, mudah dipengaruhi dengan cara yang tepat. Terkadang sifat keras seseorang bisa diluluhkan dengan sifat keras. Kyuhyun perlu seseorang yang terus bisa menyokongnya setiap waktu dan itu kau, Siwon. Dan kau selalu bersamanya setiap waktu” Leeteuk menepuk bahu Siwon pelan.

“Ne, arrayo hyung” Siwon mengangguk

“Kau pasti belum makan siang ‘kan? Aku sudah beli bulgogi untukmu, kau terlihat kurus” Siwon tersenyum malu, bahkan ia tak sadar kalau berat tubuhnya turun.

“Kau tidak mengajar, hyung?” selidik Siwon. Karena tumben sekali Leeteuk mengunjunginya pada jam makan siang seperti ini.

“Jadwalku hari inimemang hanya setengah hari, dan aku ingin memberimu makan siang karena aku tau kau tak akan makan karena sibuk sendiri” sindir Leeteuk yang membuat Siwon tertawa renyah.

“Oh ya, hyung, kau jangan disini saja sampai Kyuhyun pulang. Aku ingin pulang sekolah nanti Kyuhyun melihatmu di sini dan kupastikan anak itu akan merengek untuk berlatih”

Leeteuk tersenyum lagi menampakan lesung pipinya yang kecil “Seharusnya adikmu mengajariku bukan aku yang mengajarinya”

“Itulah yang selalu ayah tekankan pada anak itu, hyung. ia melihat bakat Kyuhyun sejak ia berusia empat tahun. Kyuhyun sering mengganggu ayah jika sedang asik dengan pianonya. Ayah yang menceritakan semua padaku, dan beliau memintaku untuk terus menjaganya agar ia bisa mengasah bakatnya”

“Aku optimis Kyuhyun akan lolos seleksi” Siwon mengamini ucapan Leeteuk, keduanya kembali berbincang-bincang seperti biasa.

Tuhan..biarkan adik kami selalu berada dalam bahagianya.

***

“Ya! Leeteuk hyung jangan memukul kepalaku terus! Nanti otakku mengecil” protes Kyuhyun yang sudah ketiga kali kepalanya dihadiahi pukulan kecil Leeteuk menggunakan gulungan kertas partiturnya.

“Mainkan nadanya dengan benar, waktumu tinggal tiga hari dan hari ini latihan terakhirmu denganku” jawab Leeteuk tak mau kalah.

“Ini sudah benar hyung, tadi aku hanya mengubah nadanya sedikit tinggi di awal jadinya seperti ini dan ternyata memang jelek” ujar Kyuhyun masih santai.

“Sudah tau jelek kenapa dimainkan?”

“Aku hanya mencoba. Iiisss hyung galak!” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya membuat Leeteuk mencubit gemas pipi Kyuhyun yang memang sudah kembali gembil.

“Sudah ayo kau ulangi dari awal, setelah itu kau harus istirahat dan waktunya aku pulang”

“Leeteuk hyung, ini latihan terakhirku? Apa tidak apa-apa?”

“Apanya yang tidak apa-apa? Seharusnya seminggu sebelum kompetisi kau sudah harus istirahat, menyiapkan segala sesuatunya, kau harus sehat jasmani dan rohani. Tapi karena insiden mogokmu baru besok kau bisa istirahat” jelas Leeteuk.

“Apa aku bisa lolos kompetisi? Kalau mendadak tanganku kumat saat kompetisi nanti apa aku akan lolos, hyung?” Kyuhyun bertanya takut-takut membuat Leeteuk berjongkok di hadapan Kyuhyun lalu menggenggam kedua tangannya.

“Tuhan selalu memberikan keajaiban pada orang yang sudah berusaha semaksimal mungkin, Ia tak akan salah memberi kekuatan pada mahluk yang sudah mengingatnya sepanjang waktu. Yakinkan hatimu”

Kyuhyun mengangguk, ia balas menggenggam tangan Leeteuk yang terasa hangat “Ayah selalu bilang begitu padaku bahwa keajaiban memang nyata, Tuhanlah yang berkuasa atasku”

“Hyung, aku gugup, aku bahagia, aku takut..perasaan itu jadi satu. Aku tak pernah merasakan ini sebelumnya di beberapa perlombaan yang pernah aku ikuti”

“Itu wajar dan kau tau bagaimana mengatasinya dan inilah waktunya kau bersaing untuk mendapatkan apa yang kau impikan”

Kyuhyun tersenyum lebar lalu memeluk Leeteuk yang selalu ada dalam keadaan apapun “Jeongmal gomawo, Leeteuk hyung”

Siwon bernafas lega lalu merekahkan senyumnya ketika ia melihat adegan mengharukan di hadapannya dari depan pintu tanpa diketahui kedua orang yang sangat dicintainya. Inilah awal dari perjuanganmu, Cho Kyuhyun. kita tak akan pernah tau apa yang akan terjadi detik selanjutnya bukan? Percayalah bahwa tangan Tuhan yang mengendalikan kehidupan kita kemarin, sekarang besok dan selamanya.

***

14 Januari 20XX

Suasana pagi ini dipenuhi oleh hiruk pikuk orang-orang yang berada di gedung mewah yang digunakan untuk menjadi saksi bisu atas perjuangan para calon mahasiswa Tokyo University. Gedung yang bernuansa merah maroon dan hitam menambah aksen elegant. Tak ada yang mau melewatkan acara formal dan terbesar di Seoul hari ini. Empat Belas Januari akan menjadi peristiwa terpenting untuk seorang remaja muda, Cho Kyuhyun.

Jas berwarna putih dengan kemeja sea green membalut indah tubuh ramping Kyuhyun, Kyuhyun mendapat nomor undian tiga belas, angka favoritnya. Angka yang dianggap sebagian besar manusia di bumi sebagai angka sial, namun tidak dengan  Kyuhyun. ia selalu menyukai angka ganjil terutama angka tiga belas.

“Semangat!” Siwon, Kyuhyun dan Leeteuk berteriak bersama berusaha menghilangkan rasa gugup yang membelenggu ketiganya. Kyuhyun tersenyum lebar ketika nomor urut favoritenya dipanggil oleh sang host. Kyuhyun menggenggam kedua tangannya lalu menundukkan kepalanya memohon kelancaran pada Sang Maha Kuasa.

“Rileks, focus dan tersenyum” Leeteuk berbisik tepat di telinga Kyuhyun ketika anak itu sudah mengakhiri doanya.

Kyuhyun mengangguk kemudian melangkahkan kedua kakinya memasuki podium yang tersedia, dilihatnya ribuan pasang mata yang semakin membuatnya gugup, grand piano berwarna hitam sudah menunggunya tepat di tengah stage. Kyuhyun membungkuk kepada para juri dan audiences kemudian memperkenalkan dirinya.

“Hello, My Name is Cho Kyuhyun. Im from SeoulSenior High School. Thanks a  lot  for attending this competition.Good morning”

Tepuk tangan memeriahkan suasana tegang yang menyelimuti gedung pertunjukkan itu, Kyuhyun kembali membungkukan badannya tanda mengucapkan terima kasih, kemudian ia berjalan menuju tempat yang telah disediakan, microphone telah berdiri siap untuk menyuarakan lantunan nada indah Carmina Burana yang dimainkan Kyuhyun. Remaja tampan itu mengambil nada rendah agar nada tinggi bisa tercapai dengan sempurna.

“Rileks, Focus, Tersenyum” tiga kata penyemangat ia gumamkan dalam hati, ia tak mau mengecewakan dua orang yang berharga dalam hidupnya. Kalaupun ia harus meregang nyawa setelah selesai pertunjukan, setidaknya ia sudah mempersembahkan penampilan terbaiknya.

Alunan Carmina Burana mengalir indah menyelimuti gedung pertunjukkan megah itu. Raut wajah sang juri dan audiences tampak serius mendengar nada indah yang langka dilantunkan oleh para pianist lain karena tingkat kesulitannya cukup tinggi. Leeteuk dan Siwon yang duduk di tempat VIP terpana mendengar alunan indah itu, mereka sudah sering mendengarnya tapi kali ini Kyuhyun memainkannya dengan sempurna. Carmina Burana memang bukan tipe instrument yang menggambarkan kebahagiaan dan kegembiraan seseorang, Kyuhyun memilih itu sebagai salah satu lagu untuk memperingati tahun ketiga orang tuanya meninggal dan hanya melalui Carmina Burana lah ia bisa mengekspresikan betapa ia sangat kehilangan dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya.

Tuhan, tolong hilangkan rasa sakit ini, hanya tinggal dua menit lagi aku bisa menyelesaikan permainanku dengan sempurna.

Keringat dingin sudah membasahi wajah Kyuhyun karena menahan rasa sakit pada tangannya, ia tak mempedulikan rasa sakit itu selain focus pada permainannya. Ia pasrah jika setelah ini rasa sakit itu menyerangnya bahkan jikalau ia harus mati iapun rela. Siwon terus menatap Kyuhyun, tampak jelas di matanya bahwa Kyuhyun sedang menahan rasa sakitnya.

“Leeteuk hyung, Kyuhyunnie..” Siwon sudah akan beranjak jika ia tak ditahan oleh Leeteuk.

“Percayalah pada Kyuhyun” Leeteuk menanggapi walaupun terlihat jelas bahwa ia juga merasa cemas dan sudah mengetahui tanda-tanda kalau Kyuhyun terlihat aneh di atas sana.

“tapi hyung..”

“Sebentar lagi ia selesai, Excellent! Adikmu menepati janjinya. Ia bermain dengan sangat sempurna, Siwon” Leeteuk menghibur Siwon dengan caranya sendiri, ia sama cemasnya dengan Siwon tapi apapun keadaannya Kyuhyun tak akan mungkin berhenti dalam keadaan seperti ini.

Final! Kyuhyun mengakhiri permainannya yang disambut standing applause dari para hadirin dan juri yang menyaksikannya. Kyuhyun tersenyum lega, wajahnya pucat pasi, tangan dan kakinya terasa benar-benar lemas setelah diforsir habis habisan. Ia memaksakan diri untuk berdiri, tubuhnya bertumpu pada badan piano yang besar untuk berdiri mengucapkan rasa terima kasih. Ia benar-benar tak sanggup berdiri lama kali ini.

“Siwon hyung…” lirih Kyuhyun memanggil Siwon, Kyuhyun masih menggunakan mic mouthnya dengan otomatis Siwon dan yang lainnya bisa mendengar Kyuhyun memanggilnya nama sang kakak.

Keseimbangan Kyuhyun berkurang, dengan pasrah Kyuhyun menjatuhkan dirinya ke lantai panggung karena Dystonia berhasil menguasainya.

“Kyuhyuuuun!!”

TBC

Dreaming Hero (Chapter 5 )

The Songs By

-          Bravo – Super Junior Leeteuk feat. SHINee Key

-          Sky – Super Junior KRY

Spread the wings of your
dreams so you can fly higher
(That’s life let’s go with a cheer)
Draw out the dreams of
tomorrow so you can see it bigger
(That’s life let’s go with a cheer)

I will run to you (Do I Do)
my heart beats toward you (Do I Do)
I won’t stop,
I don’t look back
I’m hot like fireworks
never let me down

Sudah sebulan ini Kyuhyun berlatih untuk penampilannya bulan depan pada kompetisi musiknya. Kyuhyun benar-benar focus pada satu titik, ia sungguh ingin meraih impian terbesar dalam hidupnya. Setelah merasa lelah karena berkutat dengan piano putihnya, Kyuhyun meletakkan kacamatanya di atas kertas yang berisi tentang not-not balok. Direntangkannya kedua tangannya lebar-lebar lalu berjalan keluar dari ruangannya menuju dapur untuk mengambil segelas air putih.

Ia melangkah dengan riang, seakan tak ada beban yang melilitnya, Kyuhyun tau batas kemampuannya sekarang, memiliki penyakit aneh seperti itu bukan alasan untuk menghambat cita-citanya, toh ia tau bahwa masih banyak orang di luar sana yang belum seberuntung dirinya.

Praaang…

Mug kesayangannya jatuh, mendadak tangannya tak merasakan apapun. Kyuhyun lemas dan benar-benar sulit menjangkau benda-benda di sekitarnya. Siwon tergopoh, ia berlari dari ruang kerjanya menuju dapur tempat di mana asal suara itu terdengar.

“Kyuhyun! Tuhan!” pekik Siwon ketika melihat Kyuhyun masih membatu di tempatnya memandangi kedua tangannya yang memerah.

God! Are you okay?”

“Hy..hyung..mugku..jatuh..mugku hyung..tanganku….aku..” Siwon segera menyambar tubuh jangkung di hadapannya, memeluknya erat hingga Kyuhyun tak melanjutkan bicaranya, lalu Siwon menuntunnya untuk meninggalkan dapur menuju kamar Kyuhyun.

“Sssst..tenanglah, tidak apa-apa, nanti hyung carikan lagi mug yang seperti itu” Siwon berusaha menenangkan, meskipun jantungnya berdetak cepat, hatinya gelisah seketika.

“Kau duduk sebentar, hyung ambil air hangat” titah Siwon lembut, Kyuhyun masih enggan bicara, semua pikirannya mengenai kompetisi seolah menguap, penyakitnya kambuh lagi di saat ia berusaha bangkit dari rasa terpuruknya.

Kyuhyun menangis lagi, sejak masuk rumah sakit ia jadi sensitive dan mudah menangis, rasa pekanya terhadap sesuatu lebih intens, padahal itu bukan sifatnya sama sekali. Kyuhyun meremas kedua tangannya yang masih terasa kebal, berusaha memukul-mukul pada dinding di hadapannya, tapi percuma ia sama sekali tak merasakan apa-apa.

“Kyuhyun-ah! stop! Please stop!” Siwon meletakkan baskom dan handuk dengan asal di atas meja tulis Kyuhyun, ia langsung mencoba menghentikan aksi Kyuhyun yang di luar dugaannya.

“Kalau kau masih seperti itu, hyung tak segan untuk mengirimmu kembali ke rumah sakit! Kyuhyun-ah! dengarkan hyung!” suara sang kakak menggema, Kyuhyun masih tak menggubris ucapan bahkan ancaman Siwon.

“Cho Kyuhyun!!” lagi Siwon berteriak keras kali ini membuat sang adik menjatuhkan dirinya ke lantai, ia duduk memeluk lutut. Siwon ikut berjongkok di depannya.

Oh Tuhan bahkan aku sama sekali tak sanggup melihatnya seperti ini.

Siwon mengelus bahunya, lalu menariknya ke dalam pelukan terhangatnya hari ini, adiknya masih menangis, ia tau Kyuhyun bahkan berpura-pura tersenyum dihadapannya selama ini, jauh di dalam lubuk hatinya ia tertekan.

“Hyung tidak pernah mengajarkanmu tentang putus asa, siapa yang mengajarimu seperti tadi hmm? Apa di sekolah kau diajarkan begitu?” Siwon berbisik lembut, masih jelas terasa getaran kecil Kyuhyun karena menangis.

“Kau tau apa yang membuat hyung bertahan dan mampu memimpin perusahaan ayah? Itu semua karena kau, Kyu. Semua yang hyung lakukan atas dasar rasa semangat dan bahagiamu. Kalau kau seperti tadi untuk apa hyung hidup? Aku sudah mengatakannya padamu, aku akan menjadi kakimu jika kau tak mampu berdiri, kau mengerti ‘kan maksud hyung?”

Kyuhyun masih terdiam, ia mendengakan semua yang Siwon katakan, bahkan ia sama sekali mengerti dengan ucapan Siwon.

“Jangan lakukan apapun seperti yang kau lakukan tadi, itu akan menyakiti dirimu sendiri” ujar Siwon lagi, kali ini isakan Kyuhyun berangsur hilang, Siwon selalu berhasil membuat tenang dirinya.

Merasa sang adik sudah tenang, ia melepas pelukannya, mengangsurkan ibu jarinya untuk menghapus air mata yang belum mengering di wajah mulus sang adik. Perlahan Kyuhyun tersenyum, ia kembali memeluk Siwon sebagai sandarannya.

“Hyung, jangan tinggalkan aku” samar. Suara Kyuhyun terdengar samara. Siwon menggeleng cepat.

“Tidak akan, aku selalu ada di sampingmu”

“Ayo bangun, hyung kompres dulu tanganmu agar lebih baik. Lanjutkan lagi latihanmu besok” Siwon menuntun sang adik lalu mendudukannya di kasur Kyuhyun.

Tuhan, aku memang mahluk lemah ciptaanmu, Tuhan.. tolong berikan semua kekuatanmu untuknya, jaga dia disaat aku lengah, lindungi dia disaat aku lalai. Ulurkan tanganmu untuk memberinya kesempatan lebih lama agar ia hidup bahagia kelak.

***

We can fly to the sky
We can forget everything in time
Because everything is all blue
Even tears
The wind carried them away
At that time you and I get together

How do I? Do I look comfortable?
Let us fly high every time we want to be like the clouds

Because everything is blue
Even tears
The wind carried them away
At that time you and I get together

 

Kyuhyun melangkahkan kaki menuju kelasnya, kali ini ia datang lebih awal karena harus mengurus beberapa surat keterangan mengenai kompetisi bulan depan. Perasaannya kali ini sudah lebih baik dibandingkan dengan kemarin. Ia baru saja mendapat ‘kuliah subuh’ tadi pagi dari sang kakak yang benar-benar menjaganya dengan sangat ketat. Kyuhyun meletakkan ransel biru dongker di kursi belajarnya kemudian berlari kecil menuju ruang guru untuk menyerahkan berkas-berkasnya. Hari ini semangatnya membara, setelah semalaman ia berada dalam posisi menyedihkan dan Siwon dengan sabarnya memulihkan rasa putus asanya menjadi semangat baru.

“Selamat pagi, Seonsaengnim” Kyuhyun menyapa sang guru yang menjadi panitia dalam kompetisinya bulan depan.

Guru berkacamata itu tersenyum hangat menyambut Kyuhyun yang menemuinya paling pagi hari ini. “Ada apa, Kyuhyun?”

“Mau menyerahkan ini, Seonsaengnim” Kyuhyun memberikan tiga lembar kertas dan empat lembar pas foto.

“Aku berharap kau memenangkan satu kursi di Tokyu University” ucap sang guru sambil menerima berkas yang diberikan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum lalu mengamini “Saya minta doa dari seonsaengnim”

“Pasti, tapi jangan lupa untuk selalu memperhatikan tanganmu, jaga kesehatan dan jangan terlalu lelah” pesan sang guru membuat Kyuhyun mengangguk mengiyakan.

“Terima kasih, seonsaengnim. Saya akan kembali ke kelas, Selamat pagi” kyuhyun membungkukkan badannya kemudian berjalan ke luar dari ruang guru menuju kelasnya.

Tidak dapat digambarkan bagaimana perasaan Kyuhyun saat ini, yang terpenting adalah ia merasa hidup kembali. Apakah Kyuhyun akan terus bertahan hingga saatnya nanti?

***

Hari berganti hari, Kyuhyun hanya memiliki waktu sepuluh hari dari jadwalnya mengikuti kompetisi beasiswa itu. sesekali penyakit itu menyerangnya jikalau ia terlalu memforsir tenaganya. Leeteuk selalu membantu Kyuhyun dalam hal mengajari piano dan menjaga Kyuhyun.

“Kyuhyun, ingat ‘sol’ bukan ‘la’ focus Kyu, seminggu lagi! Kau tak punya waktu banyak” Kyuhyun bergumam sendiri seraya membenarkan kacamata minusnya. Bahkan hanya dalam waktu tiga minggu, Kyuhyun mampu menguasai lagu yang akan dibawakannya nanti.

“Ya Tuhan.. kenapa selalu begini? Selalu bergerak di bawah kendaliku! Aku benar-benar ingin latihan! Jangan menggangguku, penyakit sialan!” geram Kyuhyun lalu meneken semua tuts piano nya tanpa ampun.

“Sistem jaringan motorik pada tubuhnya lambat laun tak akan bereaksi terhadap impuls apapun, entah sampai kapan ia bertahan. Dan syaraf pada kaki maupun tangannyapun akan ikut terganggu. Kesehatannya menurun minggu ini, saya harap adikmu bisa terus bertahan”

“Apa itu berarti Kyuhyun akan lumpuh, ahjussi?”

“Maaf Siwon saya harus mengatakan iya untuk masalah ini”

Lumpuh?? Kedua kakinya tak akan berfungsi lagi? Lalu bagaimana dengan tangannya? Mulutnya? Lalu otaknya? Kyuhyun menjambak rambutnya kesal, bagaimana ia akan menghadapi masa depannya jika harus memakai kursi roda dan tetap bergantung pada orang lain? Bagaimana ia akan menjadi sosok yang dibanggakan sang kakak yang sudah merawatnya sampai ia tumbuh seperti sekarang?

“Tuhan, bahkan aku tak sanggup untuk memulainya. Aku terlalu takut” Kyuhyun bergumam, suaranya bergetar tapi ia tak menangis.

“Mimpiku terlalu jauh, terlalu muluk”

“Kenapa kau berikan cobaan seperti ini padaku? Kenapa harus aku, Tuhan?”

“Mimpiku mungkin hanya sekedar mimpi” lirih Kyuhyun

Ia beranjak dari duduknya hendak kembali ke kamarnya untuk menenangkan pikirannya mengenai kondisi tubuhnya yang menurun. Dengan langkah gontai ia melangkah untuk membuka kenop pintu dan..

“Aaaww”

“Kyu, kau sedang apa sih?” Siwon yang sudah berdiri di hadapannya otomatis menerima tubuh Kyuhyun yang jatuh.

“Hyung”

“Kau mau apa sampai jatuh begini” tanya Siwon yang membantu Kyuhyun berdiri.

“Mollayo~ tiba-tiba kakiku lemas hyung dan aku tak bisa menyeimbangkan tubuhku” jelas Kyuhyun lirih.

Siwon tercekat ia menatap manik hitam adiknya “Kau butuh apa? Hyung ambilkan” lanjut Siwon berusaha menyingkirkan pikiran buruknya.

Kyuhyun menggeleng, menandakan ia memang tak butuh apapun.

“Dagumu kenapa? Lututmu juga memar. kau habis jatuh?? Kapan, Kyu??” interogasi Siwon membuat Kyuhyun sedikit berjengit.

“Tadi sore, di kamar mandi, hyung” jawab Kyuhyun takut-takut.

“Ya Tuhan! Kenapa tidak bilang? Sejak kapan kau mulai sering jatuh seperti ini?” tanya Siwon lagi.

Kyuhyun terdiam berusaha mengingat-ingat “hmmm..baru tiga kali dalam satu hari ini” jelasnya.

“Baru tiga kali? Kau bilang baru tiga kali, Kyu? Dan aku tidak tau sama sekali”

“Hyung jangan berlebihan, aku tidak apa-apa. Sungguh!” balas Kyuhyun membalas suara tinggi Siwon padanya.

Siwon terdiam, ia mulai kembali terhanyut dalam rasa khawatirnya “Maaf  Kyu, aku hanya khawatir. Ya sudah, sekarang kau tidur saja”

“Hyung, apa aku akan lumpuh?” entah untuk keberapa kalinya Siwon terhenyak, semua pikiran kalut yang menghantuinya akhirnya diungkap Kyuhyun. mereka sama-sama cemas akan hal itu.

“Kau akan sembuh, Kyu” bohong. Siwon berbohong. Kyuhyun tersenyum, senyum miris lebih tepatnya.

“Katakan saja, hyung. aku memang akan segera lumpuh suatu saat nanti. Jadi aku mau memutuskan untuk berhenti berharap”

Siwon mentautkan kedua alisnya tak mengerti “Maksudmu?”

“Aku akan mengundurkan diri dari kompetisi itu” suaranya tercekat, bahkan ia ingin mengakhiri sesuatu yang belum ia mulai.

“Jangan katakan apapun jika kau sedang down, Kyuhyun-ah. Kyuhyunku bukan orang yang mudah menyerah” Siwon menggelengkan kepalanya. Tidak tidak, ia tidak akan mengabulkan permohonan Kyuhyun.

“Tapi lambat laun aku akan bergantung pada kursi roda,hyung! tanganku tak akan bisa bermain piano lagi dan pasti aku tak akan berguna lagi” ucapan Kyuhyun menohok Siwon. Itu semua kekhawatiran yang ia rasakan.

“Kau sudah berjanji padaku dan Leeteuk hyung untuk berusaha sampai akhir! Kau harus menepati janjimu kalau kau ingin aku dan Leeteuk hyung bahagia, Kyu” ucap Siwon, biarkan ia menjadi egois sekarang. Ia hanya ingin melihat Kyuhyun bahagia dengan segala kemampuan dan keterbatasannya.

“Hyung jangan memaksakan sesuatu yang aku tak ingin! Aku akan menyusahkan  banyak orang nantinya. Biarkan aku memilih jalan hidupku sendiri, hyung” Kyuhyun mulai menangis, pertahanannya runtuh, ia benar-benar terasa sesak lebih dari biasanya.

“Tidak. aku tak akan mencabut apapun mengenai kompetisimu. Kau hanya emosi sesaat, tenangkan pikiranmu kau akan merasa lebih baik” Siwon masih berusaha meyakinkan adiknya.

“Sejak ahjussi bilang padamu mengenai kondisi tubuhku kemarin, aku sudah memikirkannya masak-masak. Aku akan mundur, aku akan melanjutkan studiku di Korea, dan pada saat aku sudah tak bisa apa-apa lagi aku bisa keluar dari sekolah, dan itu tak akan membuat kalian repot. Sekolah di Jepang akan merepotkanmu, hyung. aku tau kau tak bisa selamanya mengawasiku karena kau punya perusahaan dan harus melanjutkan hidupmu sendiri, jadi aku akan berhenti sampai di sini. Tolong hargai keputusanku, Siwon hyung” tak ada jeda dalam kalimat itu, Kyuhyun benar-benar menyerah kali ini.

“Kau mendengar semuan yang ahjussi katakan? Lupakan tentang ucapan ahjussi, itu hanya prediksi ahli medis, kau bisa merubah nasip! Kau harus percaya pada dirimu sendiri bahwa kau bisa melaluinya” Siwon masih memberikan sugesti pada Kyuhyun.

“Ucapan ahjussi benar, bahkan Donghae meninggal sebelum ia lulus sarjana ‘kan? Aku juga akan seperti dia, hyung. dan mungkin saja besok aku bisa saja mati”

“Jangan bicara yang tidak-tidak!”

“Hyung jangan mengingkari kenyataan! Faktanya akan seperti itu. aku akan mati hyung”

“Tapi kau akan sembuh, Kyu. Kau akan ke Jepang! Ke Tokyo dengan prestasimu!”

Kyuhyun tergugu, tangannya meremas kaos v-neck abu-abunya. Sudah lama ia memikirkan hal ini, hal yang akhirnya terungkap semua, suatu kenyataan pahit yang harus ia telan bulat-bulat. Siwon menghampirinya lalu mengenggam tangannya erat-erat “Tangan ini akan sangat berguna jika kau memainkan piano untuk kebahagiaan orang lain”

Hening. Tak ada yang berbicara, Kyuhyun masih berada dalam ruang lingkup putus asanya. Haruskah ia melepas semua mimpinya atau meraihnya dengan segala kekurangan yang ia miliki?

TBC

Dreaming Hero ( Chapter 4)

The Songs by :

-I know You’ll be a Superstar ( Hyorin, Jiyeon & Ailee )
-Only Hope ( Suzy )

I know you’ll be a superstar
So, don’t worry where you are
And screaming your name
We all know and love

Kyuhyun menggeliat pelan ketika merasakan tubuhnya pegal, perlahan bocah jenius itu membuka kedua matanya, ia memicingkan matanya berusaha menerima cahaya terang yang berasal dari lampu kamar rawatnya sekarang.

“Kyu, sudah bangun? Kau butuh air?” Siwon yang menyadari pergerakan tubuh Kyuhyun langsung meresponnya cepat.

Kyuhyun menggeleng pelan “aku mau pulang, hyung. infusnya sangat tidak enak”

“Tunggu cairannya habis dulu oke? kau dehidrasi makanya diinfus” Siwon menjelaskan membuat Kyuhyun merengut.

“Kau terlihat seperti anak berusia 3 tahun. Stop merengek padaku atau kau mau aku meminta dokter untuk menambah malammu di sini”

Kyuhyun menggeleng cepat, bahkan ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menuruti semua perkataan Siwon, kalau tidak ia akan mendapat balasan yang lebih parah dari ini. Siwon tersenyum senang melihat adiknya mengikuti kemauannya, bukan untuknya tapi untuk diri Kyuhyun sendiri. Kalau tidak begini mana mungkin Kyuhyun akan selalu mengikuti perintahnya dan dokter untuk serius menangani kasus Dystonia nya?.

“Tapi hyung harus janji, setelah infuse ini habis, kita pulang” lagi-lagi Kyuhyun memberi syarat.

Siwon mengangguk “tentu” lalu mengecup kening adiknya pelan.

“Kau mau makan buah? Biar hyung kupasi” Siwon menawarkan sambil melirik keranjang buah yang terletak di atas nakas.

“Aku tidak mau apa-apa. Mulutku pahit, aku hanya mau PSP ku, Siwon hyung” Kyuhyun merengek lagi, entah untuk keberapa kalinya ia memohon pada Siwon untuk tetap membiarkan mainannya itu tetap berada dalam genggamannya.

“Kyuhyun, PSP itu membutuhkan tenaga tanganmu, kalau terlalu banyak digerakkan dan lelah, nanti ototmu terganggu dan kau akan semakin lama untuk sembuh. Kau masih ingat padaku ketika kau merengek ingin tetap mengikuti kompetisi itu?” ujar Siwon halus.

“Hari ini saja Siwon hyung, please”

“Sekali tidak tetap tidak. kumohon Kyu dengarkan aku sekali ini saja. Aku benar-benar tak ingin melihatmu kolaps lagi” Siwon memohon, entah untuk keberapa kali ia ingin sekali meneteskan airmatanya. Melihat Kyuhyun seperti itu sama dengan menghancurkan hatinya.

Kyuhyun terdiam, enggan membalas perkataan Siwon yang menurutnya memang benar. Ia memperhatikan Siwon dalam, kurus. Tubuh Siwon mengurus, kantung matanya membesar dan terlihat jelas bahwa ia sedang memikul beban beratnya. Ya Tuhan..bahkan aku sama sekali tidak memperhatikan kakakku sendiri.

“Siwon hyung” Kyuhyun bangun dari tidurnya,memaksakan diri untuk memeluk sang kakak yang hampir menangis. oh tidak, ia tak bisa melihat Siwon terus menerus seperti ini, bagaimanapun juga ia tak sanggup melihat keadaan Siwon.

“Maaf” Kyuhyun merengkuh pinggang Siwon yang hendak berbalik memunggunginya, Siwon mematung merasakan pelukan hangat adik kecilnya yang telah menjelma menjadi remaja. Kemudian ia berbalik membalas rengkuhan ringkih itu, menghapus jarak keduanya, saling menyalurkan kekuatan, dan menangis secara terang-terangan untuk pertama kalinya. Mereka sudah tak kuasa menahannya, airmata itu turun satu per satu mengaliri pipi tirus keduanya, inilah puncaknya saat hati tak mampu menahan semuanya sendiri.

“Tak ada yang harus dimaafkan, cepat sembuh Kyuhyunnie” satu kalimat itu mampu membuat pertahanan Kyuhyun semakin bobrok, tangisnya mengencang.

“Menangislah selagi itu melegakan hatimu” pria tampan itu mengeratkan pelukannya, membiarkan kemeja mahalnya basah karena lelehan airmata yang tak berekesudahan.

“Hyung akan menjadi kakimu jika kau tak mampu lagi berdiri, bersandarlah padaku, Kyu. Bebanmu itu bebanku juga”

***

“Bagaimana keadaan Kyuhyun, Siwon?” Leeteuk yang baru saja pulang dari sekolah menyelesaikan jadwal mengajarnya langsung bergegas ke rumah sakit tempat Kyuhyun dirawat.

“Sudah lebih baik setelah terapi dan suntik, hyung” jelas Siwon sambil membereskan pakaian Kyuhyun untuk kembali ke rumah.

“Pulang hari ini? Kyuhyun dimana?” Leeteuk bertanya setelah ia tak menemukan sosok Kyuhyun di ranjangnya.

“Toilet, hyung. tak usah cemas, ia sudah membaik sekarang” ujar Siwon menenangkan Leeteuk yang masih terlihat panik.

“Sudah kau tebus obatnya?” tanya Leeteuk lagi.

Siwon tersenyum “sudah hyung, kau tak perlu secemas itu. murid kesayanganmu akan baik-baik saja”

Leeteuk menghembuskan nafasnya lega, setidaknya hari ini Kyuhyun akan lebih bertenaga dan benar-benar sembuh suatu hari nanti.

“Ya! Leeteuk hyung!!” Kyuhyun menerjang tubuh tegap dihadapannya, Leeteuk yang tidaksiap menerimaserangan Kyuhyun hampir terjengnkang ke belakang.

“Kau masih punya tenaga juga ternyata, Kyu” ledek Leeteuk.

“Aku tidak selemah itu, seonsaengnim!” balas Kyuhyun sengit sambil bergelayut manja di lengan sang guru musiknya.

“Leeteuk hyung ke sini mau menjemputku untuk belajar piano?” tanya Kyuhyun polos

Leeteuk tersenyum mencubit halus pipi murid di depannya “Kau harus sembuh dulu okay? Masih ada waktu sampai tanggal kompetisi di mulai, sekarang kau harus istirahat dan libur menyentuh piano dan segala hal yang berkaitan dengan games!”

Kyuhyun tersenyum mengangguk, menuruti ucapan Leeteuk tanpa ada penolakan.

“ckckck..bahkan dia lebih menurut padamu hyung daripada aku sebagai kakaknya sendiri” Siwon menggelengkan kepalanya, terbesit rasa kecewa sebenarnya, tapi ia tak ingin menunjukkannya saat ini biarlah ini sebagai gurauan atas rasa sedihnya. Ya Tuhan..kenapa sekarang aku lebih sensitive kalau menyangkut Kyuhyun?

Leeteuk terkekeh pelan mendengar ucapan Siwon yang ia anggap sebagai lelucon, Kyuhyun mau tak mau ikut terkekeh juga melihat aksi Siwon yang kalah saing.

“Ayo pulang!” Kyuhyun menggamit tangan Leeteuk dan Siwon kemudian berjalan beriringan meninggalkan area rumah sakit

***

Sejak kepulangan Kyuhyun dari rumah sakit, Siwon benar-benar membatasi aktivitas Kyuhyun di rumah dan di sekolahnya. Awalnya ia memang cukup terganggu dengan ulah kakaknya, tapi Kyuhyun tau bahwa itu semua adalah yang terbaik untuknya.

Kyuhyun memandangi grandpianonya sambil tersenyum, lalu menyentuh kertas-kertas partitur yang tertata rapi di dalam lemari buku kesayangannya, matanya menyapu seluruh ruangan kemudian dijatuhkan pandangannya pada kalender dinding. Ia ingat dan akan selalu ingat kompetisinya akan diselenggarakan pertengahan bulan Januari tahun depan. Ia hanya memiliki waktu sekitar 2 bulan untuk mempelajari lagu baru agar ia bisa merebut satu kursi Universitas musik di Jepang.

“Empat belas Januari akan menjadi hariku, aku percaya keajaiban” Kyuhyun bergumam, kemudian tersenyum, meyakini dirinya bahwa ia bisa melakukannya dengan sangat baik.

“Kyu” Kyuhyun menoleh ke sumber suara, ditatapnya Siwon yang sudah berdiri di belakangnya

“Dokter Kim sudah menunggu di depan, kau harus cek up hari ini”

“Hanya periksa kan hyung bukan disuntik?” wajah manis itu berubah sendu, kedua matanya memancarkan ketakutan.

Siwon tersenyum kecil lalu menggelengkan kepalanya “hanya periksa, tidak lebih dari itu, Kyu”

Kyuhyun tersenyum, tangannya mengusap dadanya yang mengisyaratkan kelegaan. Keduanya menuju ruang tamu di mana dokter pribadi Kyuhyun menunggunya.

Pria wibawa dengan umur sekitar 40 tahun itu membungkukan badannya ketika dua orang pemilik rumah mendatanginya. Ia tersenyum ramah lalu menyapa hangat Kyuhyun yang sudah bisa berjalan dengan normal walaupun agak sedikit lambat.

“Hai, Cho Kyuhyun-sshi”

“Aku tidak terima panggilan seformal itu dokter Kim!” remaja itu mempoutkan bibirnya kesal.

“Oke anak manja, dan kau lupa memanggilku ahjussi. Ahjussi..ahjussi..coba ulangi” perintah dokter Kim yang lebih terkesan menggoda Kyuhyun yang tengah cemberut.

“Hyung!” Kyuhyun malah mengadu, tak terima ia dikerjai sang dokter yang memang sudah dekat dengannya.

Siwon tertawa renyah, adiknya bisa berubah dalam sekali hitungan. Ia juga tak tau kenapa Kyuhyun terlihat sangat dewasa jika bersama dengan temannya, tapi akan manja jika sedang di rumah.

“Sudah..sudah..kasian ahjussi lelah, Kyu. Cepat duduk!” titah Siwon membuat Kyuhyun duduk di sebelah sang dokter.

“Hukumanmu tinggal seminggu lagi, Kyu. Setelah itu kau bisa berlatih piano lagi” ujar sang dokter sambil mengeluarka alat tensi dari dalam tasnya untuk memeriksa tekanan darah pasien kecil di sampingnya.

Kyuhyun tersenyum sambil menganggukan kepalanya “Ahjussi, tidak ada acara suntik menyuntik ‘kan?” Kyuhyun bertanya masih terlihat takut..

Dokter tampan itu tersenyum hangat “Tidak anak manis, penyuntikanmu masih lima bulan lagi. Asal kau meminum obatmu dan menjalankan terapi dengan teratur, kau tidak akan kolaps lagi”

Kyuhyun mengangguk lagi, sesaat ia melirik ke arah Siwon yang wajahnya terlihat serius, Kyuhyun mengerti bahwa kakaknya sangat mencemaskannya, dan mencoba menjaganya agar ia cepat sembuh dan bisa menaklukan Jepang sebagai negara tujuan pendidikannya.

Suasana ruangan itu masih hening, dan mata indah Siwon tertuju pada Kyuhyun yang sedang ditangani sang dokter.terdengar hembusan nafas lega dari dokter bermarga Kim itu, lalu membereskan semua peralatan kedokterannya.

“Kondisinya jauh lebih baik daripada seminggu yang lalu” ucapan sang dokter disambut senyuman kelegaan dari bibir Siwon dan Kyuhyun.

“Kau bisa mempertahankan kondisimu minimal sampai kau mengikuti kompetisi itu, Kyuhyun-ah?”

Kyuhyun sempat terdiam mendengar pertanyaan sang dokter, Suwon menatapnya cemas, bukan tak percaya adiknya, tapi karena dia sangat mengenal Kyuhyun luar dalam.

Beberapa detik kemudian ia menjawab dengan seyakin yakinnya “bisa, aku bisa, ahjussi” Siwon tersenyum disambut anggukan yakin sang dokter. Aku tau bahwa Kyuhyun anak yang kuat, Tuhan, jadi lindungi dia seperti kau melindungiku.

***

Sing to me the song of the stars
Pfyour galaxy dancing and laughing and laughing again
When it feels like my dreams so far
So, I lay my head back down
And I lift my hands and pray

Satu minggu dilalui Kyuhyun dengan baik, ia bahkan menuruti semua aturan yang ditetapkan Siwon dan dokter yang menanganinya, tak ada salahnya ‘kan jika Kyuhyun menjadi anak penurut? Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju ruang musik yang terletak di sudut lorong kelasnya, perlahan dibukanya pintu ruangan, matanya tertuju pada sosok yang tengah memeriksa tumpukan kertas di atas meja di hadapannya. Kyuhyun melangkah perlahan menghampiri sosok yang dikenalnya selama ini.

“Seonsaengnim” Kyuhyun memanggil Leeteuk yang tidak menyadari kehadirannya karena terlalu asik dengan kertas-kertas yang sedang diperiksanya, suara panggilan lembut itu membuat sang guru mendongakkan kepalanya melihat Kyuhyun yang sudah berdiri di depannya.

“Kyuhyun?” sang guru tampak terkejut melihat Kyuhyun menemuinya pada jam istirahat.

Kyuhyun malah tersenyum sambil memperlihatkan sebuah amplop yang berisi kertas di dalamnya. Leeteuk mengerutkan dahinya bingung “Apa ini?”

“Buka saja, seonsaengnim”

Leeteuk mengambil sodoran amplop dari tangan Kyuhyun, kemudian dibukanya perlahan, ia mencermati setiap kata yang tertera tentang hasil perkembangan kesehatan Kyuhyun selama sebulan ini. Kyuhyun memasang wajah tenangnya, ia yakin kali ini gurunya itu menepati janji yang sudah disepakati mereka sejak sebulan yang lalu.

Leeteuk melipat kembali kertas itu kemudian menatap Kyuhyun yang berdiri menatapnya, ia bangkit lalu memeluk Kyuhyun hangat. “Pulang sekolah aku akan ke rumahmu”

Kyuhyun melepas pelukannya dengan senyuman lebar yang menghiasi bibir tebalnya “Carmina Burana?”

Leeteuk mengangguk paham, ia bahkan menantikan permainan cantik Kyuhyun “Buat aku dan Siwon bangga padamu”

Kyuhyun mengangguk, ia tau bahwa ia butuh perjuangan luar biasa untuk meraih titik keberhasilan itu.

“Sudah bel masuk, kau tak ingin mendapat hukuman dari guru karna terlambat masuk kan?” ujar Leeteuk lagi.

“Ya, aku akan bekerja keras untuk semuanya, terima kasih seonsaengnim” Kyuhyun membungkukkan badannya, kemudia keluar ruangan musik dengan berlari karena semangatnya yang berkobar. Tak ada lagi Kyuhyun yang terpuruk menghadapi kenyataan bahwa Dystonia memang mengancam kehidupan masa depannya.

Pintu ruangan tertutup, tinggallah Leeteuk yang kembali berkutat dengan tumpukan kertas. Sejenak ia menghembuskan nafas leganya kemudian merogoh saku celana panjangnya mengambil ponsel layar sentuh dan menatap wallpaper ponsel putihnya “Donghae, kau lihat Kyuhyun tadi ‘kan? Ia sama sepertimu berjuang melawan penyakit itu tanpa keraguan. ijinkan hyung untuk menyayanginya seperti hyung menyayangimu”

***

“Nada dasarmu terlalu tinggi, Kyu. Turunkan 1 oktaf, eh tidak tidak setengah oktaf saja, seperti ini” suara Leeteuk membuat Siwon tersenyum kecil, sejak dua jam yang lalu ia tak bisa berhenti tertawa mendengar perdebatan kecil antara adiknya dan sang guru. Siwon tau mengajarkan sesuatu pada Kyuhyun harus ekstra sabar, bukan karena anak itu lamban tapi karena otak cerdasnya yang sering berpikir kritis atau mengubah suatu filosofi dengan pemikirannya sendiri.

“Hyung, kalau diturunkan setengah oktaf nadanya aneh! Sudah benar nada yang kubuat, jangan terlalu mengikuti partitur disini hyung itu sama sekali tidak kreatif” bantah Kyuhyun sambil tetap memainkan melodi pianonya.

“Kau jangan mengacaukan melodi, Kyuhyun-ah. Semua juri di sini bukan sembarang juri. Kalau terdengar aneh sedikit kau akan diblacklis” ucap Leeteuk sambil memasang wajah menakutkan.

“Hyung, tadi kan sudah kucoba menyelesaikan sampai akhir dan hasilnya bagus. Hyung! ya! Leeteuk hyung! jangan mencubit pipiku seenaknya”

Leeteuk tertawa ketika melihat Kyuhyun meringis kesakitan, otaknya sebenarnya panas jika sedang melatih Kyuhyun seperti itu, Kyuhyun akan selalu menganggap itu baik selama ia memang merasa hal yang dilakukannya baik dan benar, dan Leeteuk benar-benar percaya pada Kyuhyun.

“Aku pusing mengajarimu kalau kau terus berteriak dan berkomentar seperti tadi”

“Aku hanya berpendapat” balas Kyuhyun singkat setelah meneguk air yang berada dalam mug kesayangannya.

“Sebenarnya disini yang guru itu aku atau kau sih?” Leeteuk menggaruk kepalanya bingung.

Kyuhyun terkekeh mendengarnya “Hyung, aku akan menuruti perkataanmu, tapi untuk harmonisasi nada aku yang memutuskan”

Leeteuk membatu mendengarnya “terserah, yang penting kau lulus saat kompetisi nanti”

“Ya! Jangan menatapku seperti itu, hyung kita bisa diskusikan lagi kalau memang kurang bagus” protes Kyuhyun yang tau bahwa Leeteuk sedang kesal padanya.

“Kyuhyunnie, kau memang benar-benar ajaib. Astaga Siwon pasti kewalahan mengurusmu sampai detik ini karena kau keras kepala” gumam Leeteuk

Sedetik kemudian Leeteuk merangkul Kyuhyun dari belakang lalu menciumi kepalanya, ia benar-benar kagum pada sosok Kyuhyun.

“Nadamu sempurna, Kyu. Aku hanya ingi sedikit bercanda denganmu tadi, kau terlihat serius, tanganmu belum boleh terlalu lelah dan lihat sekarang pukul berapa?” Kyuhyun mendongak lalu melirik ke arah dinding melihat jam berbentuk bulat terpajang di sana.

Kyuhyun mendesah, menghembuskan nafasnya perlahan, bahkan ia melupakan tangannya yang belum boleh terlalu lelah.

“Besok kita lanjutkan, kau butuh istirahat, lihat tanganmu sudah berkeringat terus” Leeteuk mengelus sayang jari jemari Kyuhyun berusaha meredakan tegangnya otot Kyuhyun walaupun ia tau itu tak berpengaruh sedikitpun.

“Carmina Burana yang aku mainkan tadi bagus, hyung?” Kyuhyun nampak ragu.

Leeteuk mengangguk mengiyakan “Bagus, dan akan lebih bagus lagi kalau nadamu diturunkan setengah oktaf pada awal melodi, itu akan jauh lebih indah didengar”

“Oke, akan kucoba besok” Kyuhyun tersenyum puas mendengar tanggapan baik Leeteuk.

Keduanya tersenyum, bermain musik menggunakan hati itu jauh lebih indah. Dan inilah awal perjuangan meraih impian itu dimulai. Cho Kyuhyun akan bertekad menampilkan yang terbaik agar jerih payahnya tak sia-sia.

TBC

nb :

Yeaaaay! bahagia publish pas anniv suju ke 7 ^^

ngga maksimal and lately update banget yah maaaaf pake banget T__T

chapter4 itu chapter yang mendinginkan sengaja dibuat jalan cerita dan alur kaya gini soalnya kalo terus konflik itu ngebosenin hehe..maaf yah galau Leeteuk army, galau Siwon kelamaan di LA jd faktor penghambat buat nerusin chapternya  LOL thanks for reading this ff, guys ^^